SMSI Lampung Apresiasi Kejati Atas Rencana Penetapan Tersangka Kasus KONI

Namun pihak Kejati Lampung belum mau membeberkan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas korupsi dana hibah KONI Lampung tersebut.

Saat itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Heffinur mengumumkan perkembangan kasus korupsi dana hibah KONI Lampung .

“Mulai hari ini, kami naikkan ke tahap penyidikan umum. Namun ini sifatnya masih penyidikan, jadi belum bisa disebutkan siapa-siapa saja namanya yang ikut terlibat,” ujar Heffinur saat jumpa pers di Kantor Kejati Lampung.

Heffinur kala itu menyampaikan, pada tahun 2019 KONI Lampung juga pernah mengajukan program kerja dan anggaran hibah Rp 79 miliar. Kemudian dari dana Rp 79 miliar ini, yang disetujui oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung hanya Rp 60 miliar.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Subsidi Ongkos Bus Tayo

“Selanjutnya pada 28 Januari 2020, KONI Lampung menandatangani naskah perjanjian hibah, bahwa mereka menyetujui dana tersebut. Kemudian dana Rp 60 miliar ini, pencairannya dibagi dua tahap yakni Rp 29 miliar dan Rp 30 miliar,” ujar Heffinur.

Namun untuk pencairan kedua senilai Rp 30 miliar tidak jadi karena Covid-19, sehingga yang dikelola hanya Rp 29 miliar. Ada pun rincian dana tersebut untuk anggaran pembinaan prestasi Rp 22 miliar, anggaran partisipasi PON 2020 Rp 3 miliar, dan anggaran sekretariat Rp 3 miliar.

Setelah diselidiki, Kejati Lampung menemukan beberapa fakta yakni program kerja dan anggaran KONI Lampung untuk pengajuan anggaran hibah, tidak disusun berdasarkan usulan kebutuhan KONI dan cabang olahraga sehingga penggunaan dana hibah diduga telah terjadi penyimpangan.

Baca Juga  Polisi Ringkus Tersangka Pembobol Rumah Sekaligus Curas di Banyak TKP Wilayah Pugung

Selanjutnya ditemukan untuk pengadaan barang dan jasa, tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan, serta ditemukan adanya penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa. (Rls/SA)

(Visited 20 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *