“Kalau untuk penanganan rigid, pengerasan kaku itu ada 6 titik dengan total panjang 602 meter. Untuk penanganan fleksibel ACWC ada 987 meter, dan kurang lebih total pembangunan Jalan Hasanuddin ini 1,5 kilometer,” terusnya.
Ia mengungkapkan bahwa perusahaannya memenangkan tender pembangunan Jalan Hasanuddin dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.545.000.000.
“Untuk nilai kontraknya Rp 3.545.000.000 kalau kendala tidak ada, kondisi cuaca juga mendukung, sehingga kami bisa menyegerakan proses perbaikan jalan ini,” bebernya.
Abdullah juga mengaku telah berkomunikasi ke masyarakat terkait dengan dampak debu yang ditimbulkan dari pembangunan jalan.
“Terkait debu kita sudah melakukan komunikasi hampir setiap hari, kami sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat dan kami sudah meminta maaf terkait dengan dampak dari pembangunan,” katanya.
“Kemudian kami juga memberikan pengertian kepada masyarakat agar masyarakat maklum. Lalu kami juga selalu menyiram air pada permukaan yang berdebu, Alhamdulillah tidak ada masalah semua warga masyarakat support dengan kegiatan yang kami lakukan,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan, Wali Kota Metro beserta rombongannya melakukan peninjauan evaluasi ke dua ruas jalan yang sedang dibangun.
Dua jalan protokol itu adalah Jalan Hasanudin yang merupakan akses alternatif dari Kota Metro Menuju Kabupaten Lampung Timur.
Kemudian, ruas kedua yang ditinjau ialah Jalan Dr. Sutomo di Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat hingga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara. (Adv/SA)











