5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Terungkapnya kasus group sosial medial LGBT di Lampung menjadi perhatian seluruh masyarakat di provinsi Bumi Ruwa Jurai.
Banyak dari netizen dan masyarakat di Lampung yang mengutuk komunitas LGBT terbentuk. Begitu juga dengan Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana yang geram saat ditanya perihal tersebut.
Eva Dwiana berkomitmen untuk menutup ruang gerak komunitas LGBT yang mulai menampakan diri secara terang-terangan yang dikhawatirkan bisa menyusup ke dunia pendidikan.
“Saya tegaskan kepada seluruh RT, linmas, lurah, camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas: Kota Bandar Lampung harus diawasi dengan ketat. Jika ada pertemuan-pertemuan yang tidak perlu, segera dihentikan. Ini bagian dari upaya kita untuk mencegah dan menghilangkan praktik LGBT yang saat ini sedang marak dibicarakan,” ujarnya pada, Rabu (9/7/2025).
Ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk aktif melaporakan dan mengawasi daerahnya masing-masing dan melaporkan ke pamong setempat jika ada pertemuan yang mencurigakan.
“Laporan dapat disampaikan kepada RT, aparat lingkungan, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas agar dapat segera ditindaklanjuti. Pemerintah Kota juga telah bekerja sama dengan Polresta Bandar Lampung untuk melakukan monitoring langsung ke lingkungan-lingkungan warga,”
Selain itu, Eva Dwiana juga saat ini tengah sedang membahas soal peraturan daerah (perda) untuk menutup ruang lingkup komunitas LGBT di Bandar Lampung.
“Sedang kita diskusikan, insha allah minggu depan keluar,” pungkasnya.











