5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung, – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) IV Tanjung Karang mencatat lonjakan volume penumpang sebesar 14,09% pada periode 18–24 Desember 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama menjelang libur akhir tahun.
Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang pada periode tersebut mencapai 29.794 orang, naik dari 26.114 penumpang pada tahun 2024. Peningkatan sebesar 3.680 penumpang ini didominasi oleh pengguna layanan KA Rajabasa dan KA Kualastabas, dua kereta andalan yang melayani rute Tanjung Karang–Kertapati dan Tanjung Karang–Baturaja.
Puncak arus penumpang terjadi pada 21 Desember 2025 dengan total 4.481 penumpang, melampaui angka tertinggi pada tanggal yang sama tahun lalu. Tren ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
Kepala PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Mohamad Ramdany, menyampaikan bahwa peningkatan ini menjadi indikator positif atas kepercayaan publik terhadap layanan kereta api jarak jauh di wilayah Sumatera bagian selatan.
“KA Rajabasa dan KA Kualastabas menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat karena keterjangkauan tarif, kenyamanan, serta ketepatan waktu,” ujar Ramdany, Kamis (25/12/2025).
Ia juga menegaskan komitmen KAI dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan. Evaluasi berkala terhadap layanan, kesiapan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia terus dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional selama masa libur.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, pengoperasian KA Rajabasa dan KA Kualastabas juga berkontribusi dalam mengurangi kemacetan lalu lintas jalan raya dan mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan.
PT KAI Divre IV Tanjung Karang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi memenuhi kebutuhan transportasi publik yang berkelanjutan dan inklusif di wilayah Sumatera bagian selatan.











