“Pemerintah berterima kasih kepada seluruh kader Posyandu yang membentuk jaringan pelayanan sampai ke desa-desa. Peran mereka sangat strategis dalam menyiapkan generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung telah mengalokasikan dukungan APBD untuk penguatan program Posyandu pada 2024–2026.
Enam OPD pengampu SPM, mulai dari kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, sosial, ketertiban umum, hingga pemberdayaan masyarakat diminta memperkuat sinergi untuk mendukung program-program Posyandu.
“Hanya dengan kolaborasi lintas sektor, Posyandu dapat menjalankan pelayanan yang holistik dan berkualitas,” ujar Gubernur.
Gubernur juga menegaskan pentingnya edukasi ibu hamil hingga remaja tentang gizi seimbang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Program Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (MBG B3) disebut sebagai strategi kunci mendukung tumbuh kembang anak Lampung.
Gubernur berharap Rakorda ini menghasilkan rekomendasi konkret untuk meningkatkan kualitas Posyandu dan pelayanan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kita ingin generasi penerus Lampung tumbuh lebih hebat dari kita. Posyandu adalah fondasi penting untuk mewujudkannya. Mari kita bekerja sungguh-sungguh, berkolaborasi, dan menjalankan komitmen ini bersama,” pungkasnya.











