oleh

Bunuh Begal Saat Dirampok, Pria di Medan Ditetapkan Tersangka Ketika Serahkan Diri ke Polisi

5W1HIndonesia.id, Medan – Dedi Irwanto (21) seorang pemuda di Kota Medan ditetapkan sebagai tersangka setelah mempertahankan diri dari aksi pembegalan hingga menyebabkan salah satu pelaku tewas terbunuh.

Dilansir dari Kumparan, peristiwa pembegalan tersebut bermula saat Dedi hendak pulang ke rumah melewati Jalan Sei Beras Sekata, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang pada Selasa (21/12/2021) dini hari dengan mengendarai sebuah sepeda motor.

Ketika itu tiba-tiba Dedi dihampiri 4 orang pria yang membawa batang bambu dan memukulinya, tetapi saat itu dirinya berhasil melawan atas tindakan kekerasan yang dilakukan para begal.

“Sebenarnya saya hanya mencoba membela diri dan mencoba mempertahankan harta benda yang saya miliki, termasuk handphone saya yang sudah sempat diambil oleh salah satu pelaku,” ujar Dedi dalam keterangannya, Selasa (28/12/2021) dikutip dari Kumparan.

Baca Juga  Jaga Perekonomian Nasional Saat Pandemi, OJK Terbitkan 11 Kebijakan Stimulus

Dedi mengakui bahwa sengaja membawa sebilah pisau untuk berjaga saat pulang malam. Ketika itu dirinya berhasil menikam salah satu begal yang diketahui bernama Reza hingga menyebabkannya tewas.

“Saya berhasil melawan dan menikam salah satu pelaku, Reza meninggal dunia akibat ditikam,” kata dia.

Setelah penikamam itu terjadi tiga rekan begal lainnya melarikan diri. Kemudian Dedi melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumahnya yang berada di Kecamatan Pancur Batu.

Akibat tikaman itu, teman korban lari. Dedi lalu pulang ke rumahnya di Kecamatan Pancur Batu. Sesampainya di rumah, dia lalu menceritakan ke ibunya. Mendengar cerita itu, Ibu Dedi ketakutan kalau anaknya akan dipenjara. Lalu dia menyuruh Dedi kabur ke tempat kerja ayahnya di Duri, Pekan Baru.

Baca Juga  Peringati Hari Kemerdekaan RI ke 75, Bank Indonesia Luncurkan Uang Rupiah Khusus

“Saya juga sudah bilang ke ibu saya, kalau saya berniat akan menyerahkan diri ke pihak polisi,” terang Dedi.

Setelah beberapa hari di tempat kerja ayahnya, Dedi tetap bersikukuh menyerahkan diri polisi ke Polsek Sunggal pada Senin (27/12) dengan didampingi keluarga dan pengacaranya. Di kantor polisi, Dedi menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga korban.

“Saya sebelumnya mau meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban (Reza) atas peristiwa tersebut. Karena sebenarnya saya tidak ada niatan sedikit pun untuk melakukan hal tersebut,” ungkapnya.

Terpisah Kapolsek Sunggal, Kompol Chandra Yudha Pranata, membenarkan atas peristiwa yang dialami Dedi dan harus tetap menjalani proses hukum yang berlaku. Dedi juga telah ditetapkan menjadi tersangka atas tindakan penganiayaan yang berujung kematian.

Baca Juga  Lebih Dekat Dengan Pelanggan, PLN Luncurkan Aplikasi New PLN Mobile

“Untuk proses hukumnya sendiri, adik ini (Dedi), berdasarkan perbuatannya, harus tetap mempertanggung jawabkan atas perbuatannya. Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 351 KUHPidana ayat 3, penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia,” kata Chandra.

Chandra belum menjelaskan apakah Dedi akan ditahan dalam kasus ini atau hanya menjalani wajib lapor. Selain itu dia juga belum menerangkan soal status hukum bagi begal lain yang berusaha merampok Dedi.

Tetapi menurutnya kasus ini tidak menutup kemungkinan akan dilakukan restorative justice atau jalan damai antara kedua belah pihak.

“Sebab beliau (Dedi) sudah meminta maaf atas kejadian tersebut. Jadi kita (Polsek Sunggal) tinggal menunggu respons dari pihak keluarga korban, karena ada korban yang meninggal dunia,” tandasnya. (FO/SA)

(Visited 22 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed