Bandar LampungLampung

Di Masa Pandemi Covid-19, Kisah Siswanto Kenalkan Sepeda Bambu dan Jam Tangan Kayu Asal Lampung

×

Di Masa Pandemi Covid-19, Kisah Siswanto Kenalkan Sepeda Bambu dan Jam Tangan Kayu Asal Lampung

Sebarkan artikel ini
Siswanto, warga Pinang Jaya, Bandarlampung menciptakan sepeda bambu dan jam tangan kayu

“Dari segi keamanan sudah dilakukan dipakai untuk kerja dari Kemiling hingga Telukbetung,” ujar Adiansyah.

Selain sepeda bahan bambu, ada juga jam tangan bahan dasar dari kayu. Jadi, jam tangan ini di dalamnya bisa dibuat gambar sesuai seleranya mau gambar diri sendiri atau lainnya.

“Kalau sepeda ini untuk frame kalau dijual Rp 1,5 juta, sementara kalau mau utuh tergantung modelnya seperti apa namun kalau umumnya dibanderol Rp 3,5 juta,” paparnya.

Sedangkan, jam tangan dijual dengan harga Rp 250 ribu per unit dan untuk produknya ada yang sudah siap dan juga bisa dipesan untuk modelnya.

“Kalau sepeda sendiri apakah sudah terdaftar Standar Nasional Indonesia (SNI), belum namun sudah diuji coba karena ini sepeda unik,” katanya.

Pihaknya pun sangat mendukung penuh dengan hasil karya yang inovatif tersebut sehingga akan turut membantu dalam pemasarannya.

“Kita coba bantu untuk pemasarannya agar bisa eksis, karena sebelumnya jam tangan dan sekarang sepeda ini,” ucapnya.

Dengan situasi pandemi seperti ini, ia menambahkan bahwa tentunya perlu adanya inovasi karena dengan berinovasi tentunya keinginan masyarakat lebih antusias dengan sepeda atau jam tangan yang unik seperti ini.

Wali Kota Bandarlampung Herman HN dengan hadirnya sepeda berbahan bambu tersebut hasil karya dari UMKM di Bandarlampung menanggapi positif.

“Itu bagus. Mudah-mudahan sukses,namun itu harus diuji kualitas dulu sehingga benar-benar aman,” ungkapnya.

“Nanti kita uji, mudah-mudahan ini kita bisa pasarkan di Indonesia karena ini unik,” pungkas Herman HN. (SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *