EKBISNasional

Dirut PLN Dorong Inovasi Listrik Jadi Sumber Energi Murah

38
×

Dirut PLN Dorong Inovasi Listrik Jadi Sumber Energi Murah

Sebarkan artikel ini
PT PLN (Persero) terus mendorong masyarakat untuk beralih dari energi berbasis fosil (BBM) ke energi berbasis listrik untuk bisa menghemat ongkos produksi sekaligus mengurangi emisi karbon untuk lingkungan. (Ist)

5W1HIndonesia.id, Jakarta – PT PLN (Persero) terus mendorong masyarakat untuk beralih dari energi berbasis fosil (BBM) ke energi berbasis listrik untuk bisa menghemat ongkos produksi sekaligus mengurangi emisi karbon untuk lingkungan yang lebih baik ke depan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam PLN Innovation & Competition in Electricity (ICE) 2022 mengajak insan muda PLN maupun masyarakat untuk bisa mengembangkan inovasi dalam teknologi.

Baca Juga  Terus Kembangkan Bahan Co-Firing Biomassa, PLN Bersama Kementan Luncurkan Model Pertanian Terpadu

Menurut dia, hal ini penting karena dengan beralihnya masyarakat dari energi berbasis fosil ke listrik membutuhkan pengembangan teknologi maupun alat yang bisa mengadaptasi perubahan ini.

“PLN jadi salah satu pelaku utama agar generasi masa depan mendapatkan masa depan yang lebih baik. Untuk itu, kita perlu mengembangkan inovasi teknologi yang tepat guna untuk bisa menjawab perubahan dari bahan bakar fosil ke berbasis listrik,” kata Darmawan.

Baca Juga  Pj Gubernur Samsudin Tandatangani Shareholder Agreement antara Pemprov Lampung dengan PT Bank Jatim

Salah satu program yang dikembangkan oleh PLN saat ini adalah mendorong kendaraan listrik, pertanian berbasis listrik Electrifying Agriculture dan Electrifying Marine.

Darmawan menilai, melalui tiga program ini masyarakat tidak hanya berperan aktif dalam pengurangan emisi tetapi juga bisa menghemat ongkos produksi.

Baca Juga  Jalin Sinergi, PLN UID Lampung dan PT Haleyora Power Tingkatkan Percepatan Pelayanan Pelanggan

Darmawan menjelaskan impor minyak mentah saat ini hampir sangat besar. Kondisi ini harus dimitigasi agar tidak membebani APBN maupun Current Account Defisit (CAD).

“Untuk itulah perlu ada inovasi agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” imbuh Darmawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *