Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN UID Lampung Muhammad Joharifin menjelaskan bahwa saat listrik merupakan salah satu indikator dalam pertumbuhan ekonomi.
“Listrik itu adalah indikator pertumbuhan ekonomi atau kondisi ekonomi. Kalau kondisi ekonomi itu naik jelas pemakaian listrik itu naik. Jadi salah satu indikator untuk melihat ekonomi Lampung seperti apa ya kita bisa melihat dari pergerakan pemakaian listrik,” terangnya.
Joharifin juga menyatakan dukungannya kepada Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan energi. PLN telah melakukan sejumlah upaya dalam mewujudkannya.
“Kami men-support terkait kesiapan Makan Bergizi Gratis. Untuk MBG ini kami sudah tidak ada isu jadi kami akan mendorong, kami juga sudah melakukan pengecekan instalasi dan kecukupan daya dan rekonfigurasi keandalan, kami memang harus menjaga keandalan jangan sampai terjadi gangguan dan sebagainya,” jelasnya.
Selain mendukung program MBG melalui pelayanan supply listrik, PLN juga memberikan dukungannya melalui Gardu Induk Kotabaru yang didedikasikan untuk menyuplai kawasan Kotabaru sejak 2020.
Lalu, Layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan home charging bagi pengguna kendaraan listrik, kesiapannya dalam mendukung pertumbuhan industri dengan memberikan layanan energi bersih serta berperan aktif dalam menggerakkan roda bisnis di Provinsi serta Elektrifikasi sistem pertanian dan petemakan menuju Lampung lumbung pangan nasional.
Di akhir, Joharifin menegaskan bahwa PLN UID Lampung siap mendukung dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di provinsi Lampung melalui ketersediaan energi listrik.
“Kami mohon masukan saran apa yang sekiranya bisa kami support, mendukung pertumbuhan ekonomi, untuk peningkatan pelayanan apapun yang berkaitan dengan kelistrikan, insyaallah kami siap mendukung,” tandasnya. (Rls/SA)











