Dalam hal meningkatkan pendapatan petani, Program KPB memberikan jaminan kepastian antara lain ketersediaan sarana produksi pertanian, akses permodalan, pembinaan manajemen usaha dan teknologi, penanganan panen dan pasca panen dan pemasaran hasil usaha pertanian.
“Dalam hal meningkatkan kesejahteraan petani, Program KPB memberikan jaminan sosial bagi petani miskin, tidak mampu dan beasiswa pendidikan keluarga petani miskin dan tidak mampu,” kata Gubernur Arinal.
Ia juga menyampaikan progres pelaksanaan Program KPB hingga saat ini yaitu Transaksi penebusan pupuk sebesar 8,7 miliar, Realisasi penyaluran KUR melalui Program KPB melalui bank BNI kepada 5.289 Debitur sebesar Rp 180 miliar dan Pemberian Beasiswa bagi 100 Mahasiswa Unila dan 122 Mahasiswa Polinela yang juga menjadi Duta KPB.
“Progres Implementasi KPB ini perlu akselerasi dan dukungan semua stakeholder termasuk Perguruan Tinggi, Jasindo, BPJS Ketenagakerjaan dan para Duta KPB, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” tegasnya.
Pada acara ini juga diserahkan asuransi kepada petani, pekebun, peternak serta nelayan yang terdiri dari Realisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seluas 4.896 Ha, Asuransi Usaha Tani Sapi/Kerbau (AUTS/K) sebanyak 2.500 ekor, Asuransi Petani Lansia kepada 1.175 Petani, Asuransi BPJS Ketenagakerjaan 1000 pekebun dan Asuransi Nelayan Berjaya 1.150 orang.
Terakhir, Gubernur Arinal berharap KPB menjadi milik semua petani dan seluruh masyarakat Lampung serta akan bermanfaat bagi Indonesia. (Rls/SA)
–>











