Untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat. Hingga 4 Agustus 2026, realisasi penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Lampung telah mencapai 12.175.975 kilogram atau 67,93 persen dari target, sedangkan distribusi Minyakita telah mencapai 6.710.880 liter.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus mengendalikan gejolak harga di tingkat konsumen.
Meski mencatatkan kinerja inflasi yang sangat baik, Pemerintah Provinsi Lampung tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pasokan pangan akibat dampak El Nino yang diperkirakan berpotensi terjadi di Kabupaten Mesuji, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Tulang Bawang.
Selain itu, Lampung juga masih menghadapi defisit produksi beberapa komoditas hortikultura, yakni bawang merah sebesar 2.780 ton, cabai rawit 3.266 ton, dan cabai besar 1.690 ton.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TPID, serta seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi melalui pengamanan pasokan, kelancaran distribusi, pemantauan harga, serta penguatan produksi pangan.
Keberhasilan menjadikan Lampung sebagai provinsi dengan inflasi terendah di Sumatera diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai fondasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Rls/SA)











