Targetnya, Bandar Lampung bisa memenuhi kapasitas 1.000 ton sampah per hari yang sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional untuk dijadikan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
“Selain itu, Pemkot juga kami minta menunjuk lahan untuk dijadikan embung. Ini adalah salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di Bandar Lampung,” terang Gubernur.
Pada sektor pariwisata, Mirza mendorong Pemkot Bandar Lampung untuk segera menetapkan kawasan-kawasan wisata yang bisa dikolaborasikan dengan kabupaten/kota lain.
Dengan begitu, Lampung dapat menawarkan destinasi wisata yang berkarakter dan terintegrasi, sehingga menarik minat investor untuk berinvestasi di bidang pariwisata.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya atas perhatian besar Gubernur Mirza terhadap kemajuan kota yang dipimpinnya.
Ia menyebut, bantuan dan sokongan Pemprov selama ini sangat membantu Pemkot dalam mengatasi berbagai persoalan.
“Terima kasih Pak Gubernur atas segala bantuan untuk Bandar Lampung. Untuk ke depan, apapun arahan Pak Gubernur, kami selalu siap melaksanakannya demi kemajuan kota ini,” tegas Eva.
Sinergi yang terjalin ini bukan hanya sekadar pertemuan formal. Selama kepemimpinan Rahmat Mirzani Djausal, Pemprov Lampung telah memberikan dukungan nyata ke Pemkot Bandar Lampung, mulai dari bantuan pembangunan infrastruktur pendidikan, normalisasi drainase untuk pengendalian banjir, hingga dana stimulus untuk program-program kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Semangat kolaborasi yang dibangun antara Pemprov dan Pemkot inilah yang menjadi kunci agar Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan Lampung ke depan. (Rls/SA)











