5W1HIndonesia.id, Nasional – Indonesia merupakan salah satu negara tropis penghasil kopi terbaik dunia. Memiliki tanah yang subur, kopi sangat tepat ditanam pada area perbukitan maupun dataran rendah.
Dilansir dari Kumparan, para peneliti dalam studinya menampilkan ilustrasi bagaimana lahan subur di daerah dilintasi garis khatulistiwa di tahun 2050 akan sangat kritis karena perubahan iklim.
Roman Grüter dan rekan-rekan peneliti lain dalam tim melihat kopi, kacang mete dan alpukat begitu esensial. Mereka menganggap, tanaman tersebut penting bagi kelangsungan hidup petani skala kecil tropis.
“Langkah-langkah adaptasi dapat mencakup upaya pemuliaan tanaman untuk varietas yang lebih baik, beradaptasi dengan suhu yang lebih tinggi atau kekeringan dan dalam kasus kopi, penggantian arabika dengan kopi robusta di daerah tertentu,” tulis para penulis mengutip Daily Mail.
Lahan subur di satu tempat akan hilang dan kemungkinan bisa berpindah ke tempat baru. Studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One ini mereka lakukan demi menyelamatkan masa depan petani-petani kopi di dunia.
Jika perubahan iklim makin besar, maka petani akan sangat sulit sekali mencari lahan dengan suhu dan ketinggian ideal untuk berkebun. Kemungkinan daerah tumbuh akan bergeser.
Karena terbatasnya lahan akibat pemanasan global, bisa jadi di tahun 2050 mendatang, kopi menjadi komoditas yang mewah, tidak terjangkau bagi banyak orang. Kopi dijual kepada mereka yang mampu mendapatkannya ketimbang jadi minuman sehari-hari.
Kopi merupakan komoditas yang paling rentan–lebih rentan dari alpukat dan kacang mete. Tanaman ini sangat sensitif terhadap suhu. Hampir semua kopi khususnya arabika tak bisa ditanam di daerah bersuhu panas dan dataran rendah, atau di daerah yang melewati batas garis lintang dari daerah tumbuhnya. (FO/SA)











