“Angka ini menunjukkan akses keuangan generasi muda sudah tinggi, tetapi masih perlu diperkuat melalui pemahaman dan kebiasaan mengelola uang yang baik. Dari kegiatan sederhana seperti bank sampah, anak-anak belajar bahwa menabung, merencanakan keuangan, dan berinvestasi adalah kebiasaan yang bisa dimulai sejak sekolah,” ujar Imam.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan materi dari BEI dan Phintraco Sekuritas tentang pembukaan rekening saham serta pengenalan investasi dasar bagi pelajar.
Melalui kolaborasi ini, OJK mendorong siswa agar tidak hanya memahami konsep menabung, tetapi juga mengenal dunia investasi yang legal, aman, dan diawasi OJK, sejalan dengan program nasional Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025.
Ketua Forum CSR Lampung, yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Pengembangan, Yayan Sopian, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mencetak generasi muda Lampung yang peduli lingkungan dan tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim.
Anak-anak ini adalah the next young green leaders. Mereka belajar tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mengelola hasilnya untuk hal yang produktif dan bermanfaat.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Laila Soraya, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi OJK dan mitra dalam menggabungkan edukasi keuangan dengan pembinaan karakter siswa.
Ia menegaskan bahwa kegiatan Bank Sampah Sekolah tidak sekadar kegiatan tambahan, melainkan sarana membangun nilai kedisiplinan, gotong royong, kreativitas, dan semangat kewirausahaan.
Melalui kegiatan ini, OJK berkomitmen untuk terus memperluas program edukasi keuangan berbasis lingkungan di sekolah, agar generasi muda Lampung tumbuh menjadi individu yang cerdas finansial, peduli lingkungan, dan berdaya saing tinggi dalam mewujudkan ekonomi berkelanjutan. (Rls/SA)











