Bandar LampungEKBISLampung

OJK Dorong Optimalisasi Penyaluran Kredit Sektor Ekonomi Dominan di Desa

×

OJK Dorong Optimalisasi Penyaluran Kredit Sektor Ekonomi Dominan di Desa

Sebarkan artikel ini
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) || Foto: Istimewa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) || Foto: Istimewa

ooo

Lalu, Kabupaten Lampung Utara Rp 6.206.937 juta (5,79%), Kabupaten Lampung Timur Rp 5.252.636 juta (4,90%), Kabupaten Tulang Bawang Rp 4.850.069 juta (4,53%), Kabupaten Tanggamus Rp 4.125.676 juta (3,85%), Kabupaten Way Kanan Rp 2.679.555 juta (2,50%).

Kemudian, Kabupaten Pesawaran Rp 2.118.502 juta (1,98%), Kabupaten Lampung Barat Rp 2.018.049 juta (1,88%), Kabupaten Mesuji Rp 1.733.624 juta (1,62%), Kabupaten Pringsewu Rp 1.498.757 juta (1,40%), Kabupaten Tulang Bawang Barat Rp 1.325.070 juta (1,24%) dan Kabupaten Pesisir Barat Rp 505.608 juta (0,47%).

Dari data tersebut, industri jasa keuangan perlu untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan ke kota/kabupaten lainnya, sesuai dengan potensi yang ada.

Untuk Penyaluran kredit/pembiayaan berdasarkan sektor ekonomi di seluruh kota/kabupaten, sektor Bukan Lapangan Usaha – Rumah Tangga menjadi yang terbesar yaitu Rp 26.904.716 juta atau 25,11% dari total penyaluran kredit/pembiayaan, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp 21.813.777 juta (20,36%) dan sektor Industri Pengolahan sebesar Rp 16.410.510 juta (15,32%).

Sedangkan sektor ekonomi Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan ada diurutan selanjutnya sebesar Rp 13.664.928 juta atau sebesar 12,75%.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, memberikan perhatian kepada penyaluran kredit/pembiayaan oleh industri jasa keuangan, terutama menyasar potensi ekonomi dominan yang ada di pedesaan dengan senantiasa berpedoman pada prinsip kehati-hatian.

Untuk mendukung pengembangan ekonomi di daerah, tentunya peran sektor jasa keuangan dalam menyalurkan kredit/pembiayaan kepada masyarakat sangat penting.

“Memperluas jangkauan ke desa/kelurahan di setiap kota/kabupaten, dengan mengoptimalkan potensi ekonomi desa yang ada, tentunya membuka peluang bagi usaha-usaha di desa/kelurahan untuk tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

OJK Provinsi Lampung berharap peran industri jasa keuangan dalam mengoptimalkan penyaluran kredit/pembiayaan untuk mendukung sektor ekonomi di desa/kelurahan, dapat mengakselerasi pengembangan ekonomi di daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Rls/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *