EKBISNasional

Pentingnya Regenerasi Petani Jaga Ketahanan Pangan Indonesia

67
×

Pentingnya Regenerasi Petani Jaga Ketahanan Pangan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Seorang petani terlihat sedang memanen padinya yang sudah menguning di area persawahan Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (26/2/2025). Kurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian masih menjadi persoalan di Indonesia || Foto: 5w1hindonesia.id
Seorang petani terlihat sedang memanen padinya yang sudah menguning di area persawahan Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (26/2/2025). Kurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian masih menjadi persoalan di Indonesia || Foto: 5w1hindonesia.id

Bahkan, pada tahun 2023, jumlah petani kelompok umur ini hampir 70 persen dari total petani di Indonesia.

Jika dilihat lebih dalam, selama satu dekade terakhir, proporsi petani Indonesia di usia 55 tahun ke atas juga mengalami peningkatan.

Oleh karenanya, Pemerintah saat ini tengah memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian, walau sektor pertanian kurang diminati oleh generasi muda.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” kata Amran.

Baca Juga  Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan Pasar Modal, OJK Provinsi Lampung Gelar Edukasi Bersama Masyarakat Lampung Tengah

Pemerintah ingin merubah pandangan ini karena sektor pertanian memiliki potensi besar dan keberlanjutannya, tentunya sangat vital untuk ketersediaan pangan.

Secara masif, pemerintah berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung agar generasi muda tertarik dan terlibat aktif dalam pertanian.

Peningkatan teknologi pertanian, praktik berkelanjutan, dan inovasi diharapkan membuat sektor ini lebih menarik bagi generasi yang terkoneksi dengan teknologi dan informasi.

Tujuannya adalah agar generasi muda melihat pertanian bukan hanya sebagai pekerjaan biasa, tetapi juga sebagai kontribusi positif terhadap keberlanjutan dan ketahanan pangan nasional.

Bangun Regenerasi Lewat JAMBORE Makmur

Baca Juga  Sambut Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Pringsewu Dukung Program Ketahanan Pangan

Salah satu tantangan pertanian di Indonesia saat ini yang harus dihadapi adalah masih rendahnya regenerasi petani.

Sebagai langkah strategis untuk membangun masa depan pertanian Indonesia yang lebih berkelanjutan, PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan minat generasi muda di bidang pertanian.

Pasalnya, Pupuk Indonesia percaya bahwa regenerasi petani adalah salah satu kunci keberlanjutan sektor pertanian.

Program Jambore MAKMUR merupakan satu di antara langkah strategis yang dilaksanakan untuk dapat berkontribusi pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

Jambore MAKMUR ini adalah wadah untuk para petani milenial bisa berkolaborasi, berinteraksi, dan bersilaturahmi.

Belum lama ini, PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menggelar Jambore MAKMUR 2024 di Banda Aceh pada 24-25 September 2024 lalu.

Baca Juga  Dukung Smart Farming, PLN dan Pemkab Lamsel Bersinergi Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Energi

Acara ini bukan hanya menjadi ajang bagi para petani muda untuk saling bertukar ide dan mengasah kemampuan mereka, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional.

Pada program Jambore MAKMUR 2024 turut melibatkan Taruna MAKMUR, yaitu para mahasiswa yang akan memberikan pendampingan budidaya dan memberikan layanan agronomis bagi petani yang bergabung pada Program MAKMUR.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menekankan pentingnya peran petani muda dalam mewujudkan ketahanan pangan dan menuju Indonesia emas 2045.