Bandar LampungLampung

Perjuangan Ibu Penyandang Disabilitas, Rita Rela Jualan Pakai Kursi Roda

32
×

Perjuangan Ibu Penyandang Disabilitas, Rita Rela Jualan Pakai Kursi Roda

Sebarkan artikel ini

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Dianggap tak mampu bekerja produktif lantaran keterbatasan kondisi fisik tidak menghalangi semangat Rita Wati (47), penyandang disabilitas, warga Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.

Rita mengalami keterbatasan fisik sejak lahir. Kakinya kecil atau pendek yang membuat tidak berkembang dengan baik.

Ibu satu anak tersebut tidak bisa berjalan dengan normal. Aktivitas hariannya yang berjualan jajanan keliling dibantu dengan menggunakan kursi roda.

Meski memiliki keterbatasan fisik namun tak menghalangi semangat Rita untuk mencari nafkah demi menyambung hidup.

Bahkan, semangat kerjanya semakin termotivasi agar sang anak, Muhammad Rido Utama (9) tetap terus dapat bersekolah.

Berjualan jajanan keliling sudah dilakoninya sejak lima tahun lalu. Ia biasa jualan keliling di lingkungan kantor wali kota Bandar Lampung dan kantor gubernur Lampung.

Tidak mudah, lantaran ia harus menaiki angkutan kota (angkot) sebanyak dua kali dari tempat tinggalnya untuk bisa sampai ke lokasi jualannya.

Baca Juga  PLN UID Lampung Peringati Hari Ibu, Ini Pesan GM PLN

“Kalau jualan seperti ini sudah hampir lima tahunan,” kenang Rita memulai kisahnya saat dijumpai di lingkungan kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandar Lampung, Selasa (22/12/2020).

Menurutnya, ia memulai aktivitas berjualan jajanan keliling tersebut sejak pukul 7.00 WIB setiap harinya.

“Nah, untuk bisa sampai di sini saya naik angkot dua kali dan bayar ongkosnya dilebihin. Kalau orang normal sekali naik angkot Rp 4 ribu, saya bayarnya Rp 10 ribu karena kan bawa kursi roda,” bebernya.

Dalam satu hari, Rita bisa membawa sekitar 40 jajanan seperti pilus, jagung pedas dan lain-lain yang disampirkan pada kursi roda bantunya.

Awalnya dulu membantu orang berdagang, namun saat ini sudah berusaha dengan modal sendiri untuk membeli barang jualannya.

“Iya, awalnya dagang sama orang sekarang usaha sendiri bersama suami,” paparnya.

Baca Juga  10 ribu Kemasan Minyak Dibagikan ke Masyarakat yang Sudah Vaksinasi

Ia mengungkapkan bahwa usaha jualannya juga dibantu oleh sang suami. Walaupun kondisi suaminya tidak jauh berbeda dengannya yang mengalami keterbatasan fisik.

“Iya, suami saya yang bantu-bantu bungkus kue (jajanan). Dan kondisi suami cacat kaki akibat polio,” tuturnya.

Jatuh bangun juga sempat dialami Rita, karena sebelum berjualan ia sempat membuat kain Tapis untuk menafkahi keluarganya.

“Tapi tidak lancar usahanya. Jadi saya pilih coba berjualan dan hasilnya lumayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Kemudahan yang dirasakannya lagi adalah walaupun masih tinggal di sebuah kontrakan, namun biayanya masih terjangkau.

“Ya, saya masih ngontrak sama keluarga. Harga sewa setahunnya Rp 4 juta, karena kebetulan kenal sama yang punya kontrakan. Jadi agak murah,” ucapnya.

Lanjut Rita menyatakan bahwa motivasi hidupnya saat ini adalah tetap terus berjuang agar anak bisa terus mengenyam pendidikan di sekolah.

Baca Juga  Gubernur Lampung Ajak Jurnalis Televisi Bangun Kepercayaan Publik Lewat Berita Positif

Bahkan, ia tidak peduli dengan gunjingan orang terhadap dirinya. “Mungkin yang lihat saya, ada yang suka, ada yang tidak suka, namun saya tak peduli,” tuturnya.

“Yang penting niat usaha maju aja,” sambungnya.

Ia bersyukur selama ini tidak pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan pada dirinya walaupun kondisi fisiknya tidak sempurna.

“Alhamdulilah, kalau diusilin gak pernah ada. Dan saya harus terus semangat dan tidak berhenti usaha agar anak terus bisa sekolah,” pungkasnya.

Dari kisah Rita Wati bisa menjadi salah satu contoh sosok ibu yang patut menjadi teladan dan juga  kebanggaan.

Di tengah kondisi keterbatasan fisiknya, ia tetap terus berjuang untuk sang anak agar dapat terus bersekolah dan menghidupi keluarganya. Selamat hari Ibu!

(SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *