“Tentunya dengan memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang sedang beribadah merupakan pekerjaan yang sangat mulia,” sambungnya.
Mengenai listrik di pulau terluar, khusus di Pulau Pisang yang letak geografisnya berada di perairan Samudra Hindia, cuaca ekstrem dan gelombang tinggi kerap kali menghambat pendistribusian BBM (Bahan Bakar Minyak) yang akan digunakan untuk mengoperasikan PLTD di pulau tersebut.
Kendati demikian, hal itu tidak menyurutkan tekad dan semangat seluruh petugas PLN dalam melayani dan memberikan listrik yang andal bagi masyarakat yang berdiam di pulau tersebut.
“PLN terus pastikan ketersediaan stok BBM untuk mengoperasikan listrik di pulau terluar Lampung, dalam kondisi aman terkendali. Mengingat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi kerap terjadi saat pendistribusian BBM ke pulau-pulau terluar di Lampung, kami mengimbau seluruh petugas PLN untuk tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan dalam bekerja,” ujar Sugeng.
Sugeng juga mengapresiasi para petugas PLN yang saat ini bertugas di pulau-pulau terluar. Sebab menurut Sugeng, petugas yang berada di pulau terluar memiliki tantangan yang luar biasa dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Sementara apresiasi kepada PLN datang dari tokoh masyarakat Pulau Pisang Riko Welianwar. Selaku Peratin Sukamarga Pulau Pisang, Riko mengungkapkan, PLN dalam melistriki Pulau Pisang penuh dengan perjuangan dan dedikasi yang tinggi.
“Saya mengapresiasi yang sebesar-besarnya untuk PLN. Ditengah ombak besar dan cuaca ekstrem, PLN tetap berjuang dengan luar biasa untuk menyeberangkan BBM ke Pulau Pisang sehingga listrik di Pulau Pisang terus menyala,” pungkas Riko. (Rls/SA)











