Menurut petugas, aksi pencurian sepeda motor itu dilakukan kawanan pelaku curanmor, dengan terlebih dulu merusak gembok pagar rumah korban. Setelah itu, para pelaku kemudian merangsek masuk kedalam garasi untuk mengambil sepeda motor korban.
“Para pelaku sebelumnya mendorong sepeda motor korban sejauh 50 meter, kemudian merusak gembok yang terpasang di bagian rem cakram. Serta merusak kunci stang diduga menggunakan kunci leter T,” ucapnya.
Sementara menurut korban, aksi pencurian itu terjadi saat dirinya sedang terlelap tidur. Korban baru menyadari, jika rumahnya baru saja kedatangan kawanan pelaku curanmor yang mengincar sepeda motor miliknya.
“Kalo gak dibangunkan Pak RT, saya gak tahu motor saya mau dicuri. Karena semalam kan habis ujan, jadi gak denger suara apa apa,” kata korban.
“Terima kasih sama pak polisi yang sudah menyelamatkan sepeda motor saya. Kalo gak itu, sepeda motor saya udah dibawa sama maling,” sambungnya.
Aksi upaya pencurian sepeda motor ini, kini ditangani pihak Kepolisian Sektor Tanjung Karang Timur (TKT) Bandar Lampung. Polisi sejauh ini masih melakukan penyelidikan dengan mencari bukti petunjuk untuk mengidentifikasi para pelakunya. Kuat dugaan, para pelaku merupakan pemain lama yang kerap beraksi pada malam dan waktu dini hari.
Polisi juga menghimbau kepada warga, untuk tetap waspada dan memasang kunci pengaman pada setiap kendaraan bermotornya. Serta meminta warga, untuk lebih peka dengan orang asing yang berada di lingkungannya pada waktu malam hari. (Red/SA)











