Bandar LampungEKBISLampung

Tren Positif Peti Kemas, Pelindo II Berharap Kondisi Geopolitik Segera Mereda

93
×

Tren Positif Peti Kemas, Pelindo II Berharap Kondisi Geopolitik Segera Mereda

Sebarkan artikel ini
Hardianto, General Manager PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional II saat memaparkan pencapaian selama 2025 hingga 2026 || Foto: Dokumentasi Pelindo II || 5W1HINDONESIA.ID
Hardianto, General Manager PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional II saat memaparkan pencapaian selama 2025 hingga 2026 || Foto: Dokumentasi Pelindo II || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Dampak fluktuasi harga energi global mulai dirasakan pada sektor penerbangan seiring dengan kenaikan harga bahan bakar jenis Avtur.

Meski demikian, sektor logistik kelautan dipastikan masih stabil karena ketergantungannya pada bahan bakar diesel yang hingga kini belum terdampak signifikan.

Pemerintah juga memberikan sinyal positif dengan menjamin tidak adanya kenaikan harga untuk sektor bersubsidi.

Komitmen ini diwujudkan melalui alokasi APBN guna menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian kondisi global.

Baca Juga  SMPN 3 Bandar Lampung Dituding Lakukan Pungutan Biaya ANBK

“Pemerintah menjamin tidak ada kenaikan untuk subsidi. Artinya, APBN akan tetap digelontorkan untuk menjamin hal tersebut,” ujar General Manager PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero, Hardianto saat memberikan keterangan kepada awak media.

Kinerja Operasional Meningkat

Terkait kekhawatiran hambatan logistik, data hingga Maret 2026 menunjukkan belum adanya dampak negatif terhadap arus barang.

Baca Juga  Perayaan HPN 2023, SMSI Bandar Lampung Hadiri Silaturahmi Nasional SMSI di Medan

Sebaliknya, aktivitas di terminal peti kemas Pelindo Regional II Panjang dan layanan multi-purpose justru menunjukkan tren peningkatan volume yang positif.

Meski enggan berspekulasi mengenai kondisi Geopolitik jauh ke depan, Hardianto mengatakan pihaknya terus memantau dinamika internasional, termasuk isu gencatan senjata di Timur Tengah yang diharapkan dapat memperlancar jalur logistik dunia.

“Sampai Maret tadi belum ada imbasnya. Justru di peti kemas dan multi-purpose malah meningkat. Ke depan, kita berharap situasi di Timur Tengah membaik agar arus logistik tetap lancar,” tambahnya.

Baca Juga 

Optimisme ini juga didorong oleh kabar mengenai potensi gencatan senjata di wilayah konflik yang diharapkan mampu menstabilkan kembali distribusi energi dan barang dari kawasan tersebut ke pasar internasional.