close
Bandar LampungLampungPeristiwa

Viral Gunung Longsor di Bandar Lampung, RT Sebut Sudah Berkali-Kali

×

Viral Gunung Longsor di Bandar Lampung, RT Sebut Sudah Berkali-Kali

Sebarkan artikel ini

5W1H, Bandar Lampung– Terjadinya longsor yang tersebar di media sosial yang sempat direkam dan dibagikan menggegerkan dunia maya, diketahui kejadian tersebut terjadi di Jalan Harimau, Kelurahan Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, Kamis (31/10).

Ketua RT 05 , Lingkungan 2, Kelurahan Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton, Sigit Sudarminto menuturkan longsor yang disebabkan oleh penambangan yang dilakukan pada gunung tersebut merupakan aktivitas warga sekitar, dan tidak hanya sekali terjadi.

Baca Juga  Angkutan Nataru 2019/2020, KAI Divre IV Angkut 67.955 Penumpang

“Longsor ini bukan cuma sekali, sudah berkali-kali. Kami kerjanya memang seperti itu, emang sengaja digali dari bawah, jadi yang atas tinggal runtuh sendiri,” tuturnya.

Sigit menerangkan sebelum longsor terjadi gunung sudah memberikan sinyal tanda-tanda berupa suara retakan, sehingga para pekerja berhenti bekerja hingga benar-benar longsor dahulu. Sebelumnya biasanya pekerja tambang bekerja dari pagi hingga sore hari.

Baca Juga  Respon Pemkot Bandar Lampung Setelah Dilaporkan LCW ke Kejagung RI Terkait Penyalahgunaan Anggaran

“Nah itu dikerjakan dari pagi, berhubung gunung itu ngasih aba-aba mau runtuh, jadi ditinggal sama yang kerja. Itu kejadiannya jam 2 kemarin, gunung udah ngasih tanda kalau mau runtuh. Kalau runtuhnya jam 4 lewat kemarin katanya,” paparnya.

Menurutnya, penambangan gunung sudah menjadi pekerjaan sehari-hari warga sekitar sedari lama, sehingga warga sekitar sudah tidak merasa takut jika terjadi peristiwa longsor yang terjadi seperti di video yang banyak beredar di dunia maya lantaran sudah biasa terjadi.

Baca Juga  Pasar Tempel Kebakaran, Belasan Kios Ludes Terbakar

“Itu digali setiap hari, karena disini warganya 90 persen mencari nafkah di gunung itu. Kadang saya sendiri juga ikut muat disitu. Ya, kalau takut sih enggak karena sudah biasa karena jauh dari rumah warga,” terangnya. (FO/RN)

Visited 40 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *