Sedangkan Mbah Sakinem mengatakan lebih memilih tinggal sebatang kara di rumah yang sudah rapuh tersebut karena tidak mau tinggal bersama ketiga anaknya.
Ia beralasan lebih nyaman tinggal sendiri dan bisa menikmati pemandangan indah di lereng bukit. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Ia harus bersusah payah mengangkut air dari rumah tetangga dibagian bawah.
Kalau air dalam kondisi normal bisa menggunakan selang. Kehidupan yang serba terbatas membuat mbah Sakinem harus bertahan tinggal dirumah yang hampir rubuh.
“Iya enak sendirian aja, bagus lihat pemandangan dari sini, kalau ambir air bisa pake selang. Kalo airnya kecil ngangsu dari bawah,” ucapnya.
Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni mengatakan kegiatan gotong royong dilakukan warga Dusun 3 Persiapan Dantar ini merupakan wujud dari budaya khas Bangsa Indonesia dalam membantu sesama. Budaya gotong royong sangat diperlukan dalam menyelesaikan segala permasalahan sosial dan kemanusiaan.
Melihat masih banyak rumah warga setempat yang membutuhkan program Bedah Rumah, ACT Lampung sudah mengassesment dan mengambil dokumentasi untuk kemudian disampaikan kepada donatur dan mitra. Harapanya ada yang tergerak membantu program tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi wujud kepedulian warga Dusun 3 Persiapan Dantar dalam menginisiasi solusi permasalahan sosial, ini sejalan dengan program Bangkit Bangsaku yang sudah kami luncurkan, dimana setiap insan dapat mengambil peran kepedulian dengan berbagai strategi yang mungkin dilakukan. Kami berikhtiar membantu warga yang membutuhkan bantuan bedah rumah. Mohon doanya,” tutupnya. (Rls/SA)










