Kesehatan

Omicron Diduga Miliki Satu Gejala Khas Saat Malam Hari, Berikut Penjelasannya

42
×

Omicron Diduga Miliki Satu Gejala Khas Saat Malam Hari, Berikut Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Covid-19. (Pixabay.com)

5W1HIndonesia.id, Health – Pasien Covid-19 varian Omicron kebanyakan mengalami gejala khas yang hanya muncul pada malam hari yakni mengeluarkan keringat berlebih.

Hal tersebut disampaikan Amir Khan, dokter di Badan Kesehatan Nasional Inggris (NHS). Ia menemukan gejala khas pada pasien Covid-19 varian Omicron yang hanya muncul pada malam hari.

Saking banyaknya, keringat yang dikeluarkan bahkan harus membuat pasien berganti pakaian.

Inggris adalah negara dengan jumlah penularan Omicron terbanyak di dunia saat ini.

Baca Juga  Langgar Jam Malam, 23 Tempat Usaha di Bandar Lampung Diberikan Teguran Tertulis

Pada Jumat (31/12/2021), jumlah orang yang terinfeksi Omicron di Inggris hampir menyentuh angka 190 ribu kasus dalam sehari.

Dikutip dari Antara, pada bulan Desember 2021, sekelompok ahli juga mengamati gejala tersebut pada pasien Covid-19 varian Omicron.

Dari penelitian yang dilakukan, total ada 114 dari total 212 pasien yang melaporkan bahwa mereka mengalami keringat berlebih pada malam hari.

Baca Juga  Denpom II/3 Siap Bantu Lamteng Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan

Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menyimpulkan keringat berlebih pada malam hari merupakan gejala Omicron.

“Jika kita ingin melacak Omicron dan melacaknya di seluruh dunia, kita harus menguji orang-orang yang mengalami gejala serupa,” tutur Amir Khan.

Di Indonesia, total sudah ada 138 orang yang terpapar Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Sebanyak 135 orang terinfeksi dari kasus impor, dan 3 orang lain terinfeksi dari transmisi lokal.

Baca Juga  3.000 Sampel Sudah Rapid Test di Bandarlampung

“Terbaru adalah 2 warga Surabaya, diketahui keduanya baru berlibur bersama keluarga ke Pulau Bali,” ucap Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, belum lama ini.

Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kedua pasien tersebut sudah ditangani dan terinfeksi tanpa gejala.

“Dengan ditemukannya kasus transmisi lokal ini, pemerintah kembali meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas. Hindari kerumunan dan selalu memakai masker,” ucap Siti Nadia. (SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *