Nasional

Jabodetabek Diprediksi Jadi Wilayah Perdana Diserang Gelombang Omicron, Berikut Penjelasan Kemenkes

20
×

Jabodetabek Diprediksi Jadi Wilayah Perdana Diserang Gelombang Omicron, Berikut Penjelasan Kemenkes

Sebarkan artikel ini
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden)

5W1HIndonesia.id, Jakarta – Kementerian Kesehatan RI memprediksi DKI Jakarta dan Bodetabek bakal menjadi yang pertama mengalami lonjakan kasus akibat Omicron, ketimbang wilayah lain di Indonesia.

Alasannya, terlihat dari mayoritas transmisi atau penularan lokal Omicron yang banyak ditemukan di sekitar wilayah tersebut.

Pasalnya, Indonesia diprediksi bakal menghadapi puncak Omicron pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.

Berkaca pada apa yang terjadi di banyak negara, peningkatan Omicron terlihat di 35 hingga 65 hari.

Baca Juga  Peringati HUT Pramuka Ke-59, Kwarcab Bandarlampung Bantu Pemerintah Kendalikan Wabah Covid-19

“Mengingat dari hasil identifikasi Kemenkes, mayoritas transmisi lokal varian Omicron terjadi di DKI Jakarta, dan diperkirakan dalam waktu dekat juga akan meluas ke wilayah Bodetabek,” tutur Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg Widyawati, MKM dalam rilis resmi Kemenkes RI dikutip dari laman detik.com, Senin (17/1/2022).

Baca Juga  Menuju Zona Hijau, Walkot Bandar Lampung Ajak Satgas Rutin Cek ke Tingkat Bawah

“Mengingat secara geografis daerah-daerah tersebut berdekatan dan mobilitas masyarakatnya sangat tinggi,” lanjut dia.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan vaksinasi booster juga bakal diprioritaskan di wilayah Jabodetabek, dikebut usai kasus Omicron terus meningkat, demi mempertahankan kekebalan pasca vaksinasi di masyarakat.

“Selain prokes dan surveilans, juga dipastikan semua rakyat DKI Jakarta dan Bodetabek akan dipercepat vaksinasi boosternya agar mereka siap kalau gelombang Omicron nanti naik secara cepat dan tinggi,” bebernya.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Keluarkan Instruksi Wali Kota Perpanjangan PPKM

Selain vaksinasi booster, Menkes juga menyebut stok Molnupiravir nantinya bakal tersedia secara merata termasuk ketersediaan di apotek-apotek.

Molnupiravir adalah pil obat Covid-19 besutan farmasi Amerika Serikat, Merck and Co, yang menjadi ‘senjata’ pemerintah melawan Covid-19 varian Omicron. (SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *