5w1hindonesia.id, Bandar Lampung – Banjir rob yang menerjang pulau pasaran menjadi momok yang mengerikan bagi 1.300 warga yang bermukim di pulau seluas 13 hektar tersebut.
Dampak yang paling terasa adalah terganggungnya mobilitas warga yang hendak keluar dan masuk pulau pasaran. Hal itu juga turut mengganggu perputaran roda ekonomi yang mayoritas menjual hasil tangkapan laut ke luar pulau.
Dari sisi pendidikan, salah satu sekolah yang ada di pulau tersebut pun ikut terendam yang menyebabkan terhentinya kegiatan belajar mengajar. Pasca surutnya banjir rob pun masih menyisakan sampah yang berdampak pada kesehatan dan kebersihan warga di pulau pasaran.
Pemerintah kota Bandar Lampung melalui dinas PU saat ini sudah melakukan antisipasi jangka pendek dengan menyediakan jembatan kayu di atas jembatan yang terendam.











