Bandar LampungLampung

Diduga Terkena Halusinasi, Ibu di Tanjung Karang Barat Bongkar Tutup Asbes Lalu Terjun ke Sumur

82
×

Diduga Terkena Halusinasi, Ibu di Tanjung Karang Barat Bongkar Tutup Asbes Lalu Terjun ke Sumur

Sebarkan artikel ini

5W1HINDONESIA.ID, BANDAR LAMPUNG – Aksi dramatis dilakukan oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung (Damkarmat) saat mengevakuasi seorang wanita yang terjebur ke dalam sumur sedalam kurang lebih 10 meter.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Blora, Gang Jaya, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat pada Minggu malam, (1/2/2026)

Korban yang diketahui bernama Ibu Sugesti (50) diduga sengaja menjeburkan diri karena mengalami depresi. Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan setelah tim penyelamat bergerak cepat melakukan proses evakuasi vertical rescue.

Baca Juga  Inflasi Terkendali, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dan Program Perumahan

Kronologi Kejadian: Berawal dari Halusinasi

Berdasarkan keterangan, peristiwa bermula sekitar pukul 18.30 WIB. Korban diduga mengalami halusinasi dan berjalan menuju sebuah rumah kosong milik tetangganya.

Meski sumur di rumah tersebut dalam keadaan tertutup asbes, korban membukanya sendiri dan melompat ke dalam.

Aksi ini pertama kali diketahui oleh tetangga sekitar yang saat itu hendak menyalakan lampu rumah. Saksi yang terkejut langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Herman (47), seorang ASN yang juga merupakan anggota pemadam kebakaran (Danru Macan 021), bertindak sebagai pelapor sekaligus membantu proses koordinasi di lokasi.

Baca Juga  Ketua Kwarda Lampung Ajak Seluruh Komponen Gerakan Pramuka Ambil Bagian dalam Penanggulangan Covid-19

Proses Evakuasi Menggunakan Teknik Vertical Rescue

Laporan diterima oleh tim siaga pada pukul 18.37 WIB. Sebanyak 7 personel gabungan, termasuk tim Srikandi, dikerahkan ke lokasi dengan peralatan lengkap.

“Kami menggunakan satu set alat vertical rescue, helm, dan penerangan intensif karena kondisi sumur yang cukup dalam dan hari sudah gelap,” Desri Rinando selaku Komandan Regu

Desri Rinando bersama tim rescue lainnya bekerja ekstra hati-hati mengingat kondisi psikologis korban. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 19.55 WIB dalam keadaan selamat.

Baca Juga  Lolos PON 2024, Mahasiswi IIB Darmajaya Siap Ukir Prestasi Nasional

Catatan Kejadian Berulang

Diketahui, aksi nekat ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh korban. Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan warga sekitar, kejadian serupa sudah terjadi sebanyak dua kali.

Hal ini diduga kuat berkaitan dengan kondisi kesehatan mental korban yang sedang tidak stabil.

Pihak pemadam kebakaran mengimbau warga untuk selalu mengawasi anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus dan memastikan sumur atau area berbahaya di lingkungan sekitar tertutup secara permanen untuk menghindari kejadian serupa.