Bandar LampungKesehatanLampung

Mirip Kasus Deddy Corbuzier, Warga Bandarlampung ini Lolos dari Maut!

21
×

Mirip Kasus Deddy Corbuzier, Warga Bandarlampung ini Lolos dari Maut!

Sebarkan artikel ini

5w1hindonesia.id, Bandarlampung – Deddy Corbuzier membuat geger setelah pengakuannya terinfeksi covid-19 dan mengalami badai sitokin.

Kejadian tersebut pun dialami oleh suami dari Joana Alexandra yang sudah dinyatakan negatif dan mengalami badai sitokin.

Selain kedua artis diatas, tentu saja banyak orang di luar sana yang mengalami hal yang sama namun kurang terekspos.

Salah satunya adalah Edwin, pria yang berdomisili di kota Bandarlampung ini sempat mengalami kasus mirip dengan apa yang terjadi oleh Deddy Corbuzier.

Baca Juga  Denpom II/3 Siap Bantu Lamteng Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan

Ia menceritakan kepada redaksi 5w1hindonesia.id, diagnosa awal dari penyakitnya tersebut adalah tifus. Namun setelah 10 hari, penyakitnya tak kunjung mereda. Ia pun memustuskan untuk pergi ke Dokter dan dianjurkan melakukan CT Scan Thorax.

“Setelah melakukan CT Scan, saya kaget karena rupanya banyak plak di bagian paru-paru. Padahal sebelumnya di swab tiga kali hasilnya negatif,” terang Edwin.

Sempat heran, namun dokter yang menangani mendiagnosis bahwa yang diderita oleh Edwin adalah Covid-19 dan disarankan agar melakukan perawatan di rumah sakit.

Baca Juga  Di Masa Pandemi Covid-19, Herman HN Ajak Seluruh Umat Islam Manfaatkan Momentum Ramadan

“Dokternya bilang covid-19, tapi tidak berpotensi menular. Jadi saya dirawat kurang lebih selama 30 hari,” katanya.

Selama menderita penyakitnya itu, Edwin mengalami beberapa gejala umum covid-19 seperti demam 10 hari, anosmia(hilang perasa dan penciuman selama 2 pekan), paranosmia (semua yg dicium beraroma gosong dan bau amis), batuk berdahak selama 5 hari. meskit tidak merasakan sesak, nafasnya menjadi pendek dan hal tersebut membuatnya tidak nyaman.

Baca Juga  MRI Tulang Bawang Ajak Bukber Anak Yatim Piatu

“Enggak ada sesak, tapi nafas jadi pendek, cepat lelah. Untuk jalan ke WC saja sudah ngos-ngosan, berat badan sampai turun 7kg” tuturnya.

Terakhir, Edwin mengatakan bahwa penerapan 5M jangan sampai kendor. “Ya untuk saat ini mungkin kita tidak boleh kendor dalam penerapan 5M. Karena virus ini tidak terlihat namun bisa kita antisipasi,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *