“Ketersediaan akses untuk dokumen-dokumen tersebut berlaku selama masa penanggulangan Covid-19 atau sampai ada informasi berikutnya untuk penutupan akses,” sambung Zul.
Untuk masyarakat yang berminat memiliki dokumen-dokumen tersebut secara pribadi, BSN memberikan layanan secara online untuk pemesanan dokumen standar melalui pesta.bsn.go.id.
Selain itu masyarakat pun dapat mengunduh gratis dokumen SNI penetapan 1 tahun terakhir, kecuali SNI adopsi, melalui sispk.bsn.go.id.
“Dengan adanya fungsi layanan akses baca dokumen SNI gratis dan layanan online lainnya selain memberikan kenyamanan juga dapat membatasi kontak fisik dengan publik sehingga dapat terlayani dengan baik dan masyarakat tetap aman di tengah wabah corona,” tutup Zul.
Untuk pemesanan standar secara online tidak terbatas hanya yang berkaitan dengan Covid-19. Namun, seluruh SNI dan Dokumen ISO yang tersedia di BSN.
Sebagaimana diketahui, BSN yang memiliki tugas membina dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia telah menetapkan 13.059 SNI yang terdiri dari 9 klasifikasi SNI berdasarkan sektor International Classification for Standards (ICS).
Dari jumlah SNI yang telah ditetapkan tersebut, 205 SNI diantaranya merupakan SNI wajib.
Sembilan sektor SNI tersebut yakni pertanian dan teknologi pangan; konstruksi; elektronik, teknologi informasi dan komunikasi; teknologi perekayasaan; umum, infrastruktur dan ilmu pengetahuan; kesehatan, keselamatan dan lingkungan; teknologi bahan; teknologi khusus; serta transportasi dan distribusi pangan. (SA)











