Fakhriza menjelaskan bahwa untuk ketiga posisi ini nanti tentunya akan diberikan anjuran. Kalau ringan mungkin hanya diberikan karantina mandiri saja, kalau sedang kemungkinan akan diberikan anjuran berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
“Termasuk berat itu juga untuk dianjurkan ke rumah sakit. Jadi ada anjuran-anjuran yang diberikan ketika peserta menjawab beberapa pertanyaan terkait di dalam screening mandiri Covid-19 tersebut,” bebernya.
Ia menegaskan bahwa dalam kondisi pandemi seperti saat ini, kondisi kesehatan peserta JKN-KIS adalah prioritas.
“Sehingga kami dapat mendorong pemangku kepentingan terkait termasuk fasilitas kesehatan untuk terus melakukan pencegahan serta upaya promotif dan preventif bagi peserta JKN-KIS,” tandasnya.
Peserta Antusias Gunakan Layanan Baru
Tersedianya layanan fitur baru pada aplikasi Mobile JKN yaitu Skrining Mandiri Covid-19 di masa pandemi Covid-19 tentunya membuat antusias peserta pengguna layanan tersebut.
Menurut salah satu peserta JKN-KIS pengguna layanan Mobile JKN, Irman, fitur tersebut sangat membantu untuk mengetahui status kesehatan terutama di masa pandemi Covid-19.
“Semua orang pastinya sangat khawatir dengan kondisi saat ini, karena penularan Covid-19 bisa terjadi dimana saja tanpa kita sadari. Dengan screening lewat Mobile JKN sangat membantu peserta untuk mengetahui apakah memiliki risiko Covid-19,” ungkapnya, Selasa (4/8/2020).
Ia menuturkan aplikasi ini sangat membantu peserta karena banyak kemudahan-kemudahan yang disediakan. Tentunya, aplikasi ini wajib ada di smartphone.











