Bandar LampungEKBISLampungPemerintahan

Dinas Pangan Bandar Lampung Ambil Sampel di 4 Titik, Ini Hasilnya

33
×

Dinas Pangan Bandar Lampung Ambil Sampel di 4 Titik, Ini Hasilnya

Sebarkan artikel ini
Para petugas dari Dinas Pangan Kota Bandar Lampung sedang melakukan pengujian sampel untuk keamanan pangan. (5w1hindonesi.id)

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Dinas Pangan Kota Bandar Lampung melakukan intensifikasi dan pengawasan keamanan pangan dalam rangka melindungi masyarakat saat membeli kebutuhan pangan yang aman dan bergizi selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 1443 H.

Intensifikasi dan pengawasan pangan dilaksankaan pada Rabu (30/3/2022), di 4 lokasi yaitu Pasar Pasir Gintung, Pasar Smep, Chandra Supermarket, dan Super Indo.

“Itu yang perlu kita antisipasi karena itu menyangkut keamanan, kami turunlah ke lapangan seperti pasar, mal-mal dan lain sebagainya,” ungkap I Kadek Sumartha, Kadis Pangan Kota Bandar Lampung saat diwawancara.

Baca Juga  Harga Kedelai Melonjak, Dinas Pangan Bandar Lampung Akan Lakukan Hal Ini

Menurutnya, ada sebanyak 4 lokasi yang dikunjungi dalam kegiatan intensifikasi dan pangan pada hari ini yaitu Pasar Pasir Gintung, Pasar Smep, Chandra Supermarket, dan Super Indo.

“Jadi kita ambil sampelnya ada di 2 pasar tradisional dan 2 pasar modern,” beber Kadek.

Ia menegaskan bahwa semua negatif dari beberapa sampel yang diambil sehingga masyarakat layak untuk mengonsumsi produk pangan yang ada di pasar dan mal-mal.

“Tadi ada 4 lokasi, dan dari 4 tempat lokasi diambil sampel semuanya aman,” paparnya.

Lanjut Kadek mengatakan bahwa pihaknya nanti juga akan turun di hari pertama atau kedua puasa untuk kembali mengecek keamanan pangan khususnya pembuka puasa seperti takjil dan lainnya.

Baca Juga  Peduli Korban Banjir Panjang, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Apresiasi Relawan dan Serahkan Bantuan

“Nanti kita cek, takjil yang di pinggir jalan, pasar nanti kami turun dengan BPOM, dinas kesehatan, dan instansi terkait untuk menyangkut keamanan pangan,” beber dia.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying untuk ketersediaan pangan sesuai hasil rapat koordinasi dengan pak Kapolda bersama gubernur di Novotel.

Menurutnya, itu lantaran untuk ketersediaan mencukupi dan harga hanya mengalami kenaikan yang tidak terlalu signifikan.

Baca Juga  Swab Acak, 9 Orang di Bambu Kuning Reaktif

“Jadi jangan panic buying di pihak keluarga kecil, misalnya biasanya beli 1 kg karena ketakutan barang langka sehingga beli 4 kg. Akhirnya terjadi penimbunan di keluarga,” katanya.

“Kalau satu keluarga menimbun 2-3 liter minyak kali sekian ribu kepala keluarga (KK), kan terjadi penimbunan di ranah kecil. Ini nanti yang jadi masalah,” tutupnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung sesuai arahan wali kota akan terus melakukan pengecekan terkait ketersediaan dan keamanan pangan baik menjelang puasa, saat puasa, dan pascalebaran. (SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *