Bandar LampungNasionalPemerintahan

Terkait Bahaya Jamur Enoki, Dinas Pangan Bandarlampung: Masyarakat Tidak Perlu Panik, Ini Alasannya

84
×

Terkait Bahaya Jamur Enoki, Dinas Pangan Bandarlampung: Masyarakat Tidak Perlu Panik, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini

5W1HIndonesia.id, Bandarlampung –Jamur enoki saat ini sedang naik daun dan banyak diperbincangkan tidak hanya di dunia juga di Indonesia.

Pasalnya, bahan makanan segar ini tidak memenuhi persyaratan edar karena kandungan bakteri Listeria monocytogenes sudah melewati ambang batas.

Menurut laporan dari CNN dilansir dari detik.com, di Amerika Serikat (AS) sudah ada empat orang yang meninggal dan 31 dirawat karena jamur enoki yang diimpor dari salah satu perusahaan Korea Selatan.

Baca Juga  Sudah Tindaklanjuti ke Manajemen Chandra, Dinas Pangan Bandarlampung Ingatkan Ini!

Kementerian Pengawas Obat dan Makanan Korea Selatan (MDFS) pada 18 Maret 2020 mengonfirmasi memang ada jejak bakteri Listeria monocytogenes pada produk jamur enoki dari dua perusahaan.

Baca Juga  Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional Akibat Pandemi, Menteri Koperasi dan UKM Dukung Penuh Program Gubernur Arinal

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pangan Kota Bandarlampung menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik terkait beredarnya bahan makanan tersebut di lapangan.

Hal tersebut diungkapkan Kadek Sumarta, Kadis Pangan Kota Bandarlampung saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (1/7/2020).

“Berdasarkan informasi dari Kementerian Pusat menyatakan bahwa di pusat sudah dilakukan penyitaan dan pemusnahan terhadap produk yang ditemukan mengandung bakteri tersebut,” bebernya.

Baca Juga  Beri Apresiasi atas Antusiasme Masyarakat Ikuti Vaksinasi, Gubernur Lampung Tinjau Vaksinasi Massal

Tetapi kalau untuk yang tersebar di lapangan, kebijakannya diserahkan kepada masing-masing pemerintah wilayah setempat.

“Tapi sejauh ini kita kan harus berikan informasi yang seimbang kepada masyarakat untuk tidak panik,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *