Menurutnya, karena bakteri ini sebetulnya dengan pemanasan di atas 75 derajat celcius itu mati.
“Jadi kan yang dijual di masyarakat kita biasanya dalam bentuk makanan Jepang, sushi atau mungkin sop,” katanya.
Itu tentunya sudah melalui proses pemanasan dan di beberapa kafe memang dijual dalam bentuk digoreng yang juga melalui proses pemanasan.
“Dan sampai hari ini kami belum menemukan kasus keracunan massal terkait habis makan jamur enoki tersebut,” paparnya.
Berdasarkan hal-hal tersebut, maka arahan dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian pusat kalaupun mau mengadakan sampling, itu akan diadakan.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak BBPOM di Bandarlampung dan Dinas Pertanian Kota yang menangani produk segar.
“Kalau di kami belum ada lab khusus yang untuk bisa menangani itu. Untuk BBPOM sendiri kemarin kita dapat bahwa untuk melakukan tes itu ada, namun zat kimia yang dibutuhkan sedang habis,” bebernya.
“Jadi kita belum melakukan uji sampling untuk produk jamur enoki di Kota Bandarlampung,” timpal Kadek.








