Audiensi ini juga turut dihadiri oleh Ir. Hermansyah, Staf Ahli Kementerian Pertanian RI, dan Mugiyono, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Lampung Selatan.
“Melalui program ini, kami ingin membuktikan bahwa energi listrik, termasuk energi baru terbarukan seperti SuperSUN, dapat menjadi pendorong utama transformasi sektor pertanian, khususnya di desa,” ucap Presly Silaen.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama ST, MBA menyambut positif inisiatif tersebut dan mengapresiasi kontribusi PLN dalam pembangunan daerah, terutama dalam sektor pertanian yang kini mulai memasuki era digital dan berbasis energi bersih.
“Program Smart Farming ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden RI dalam mempercepat modernisasi pertanian melalui teknologi dan energi baru terbarukan. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan kementerian,” tutur Egi.
Sementara itu, General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menegaskan bahwa program Smart Farming merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta pembangunan desa berbasis inovasi dan kemandirian energi.
“PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga mitra pembangunan. SuperSUN dan Smart Farming menjadi bukti bahwa listrik bisa menjangkau dan mengubah sektor pertanian secara signifikan,” ujar Rizky.
Audiensi ini menjadi langkah awal sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pertanian modern yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai desa lain di Lampung dan Indonesia secara luas. (Rls/SA)











