Ia menuturkan bahwa mereka ini memang anak-anak mahasiswa yang memperjuangkan hak-hak buruh.
“Tapi setiap perjuangan pasti ada pengorbanan. Ya ini lah yang kami terima,” tuturnya.
Menurutnya, anaknya merupakan mahasiswa Malahayati jurusan Fakultas Hukum semester akhir yang turut serta dalam aksi unjuk rasa kemarin.
“Dia (Teuku) memang izin ke orang tua saat akan ikut demo maka saya tahu,” jelas warga Jalan Antara Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.
Ia menerangkan untuk sementara luka yang dialami sang anak yaitu bocor kepala namun saat ini masih harus menunggu hasil rontgen.
“Mudah-mudahan gak parah karena ada peretakan sedikit di dalam tempurung,” harapnya.
Anaknya tersebut sebelumnya dirawat dokter UGD kemarin, karena kalau dokter syaraf belum bertemu sehingga harus dirawat karena ada luka yang agak serius sedikit akibat lemparan batu.
“Harapan saya mungkin sama seperti harapan anak saya mereka memperjuangkan hak-hak orang lemah apalagi ini masalah tentang buruh,” tandasnya. (SA)











