Kebijakan ekonomi Lampung juga sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam pembangunan ekonomi pedesaan, ketahanan pangan, pemerataan infrastruktur, dan transformasi energi hijau.
“Kami berupaya memperkuat industrialisasi pertanian serta mendukung produksi pupuk organik melalui BUMDes,” ucap Wagub.
Secara geografis, Lampung memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatra. Kondisi ini menjadikan provinsi tersebut pintu masuk bagi arus barang, jasa, dan investasi ke wilayah Sumatra bagian selatan.
Wagub Jihan menilai posisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pusat logistik dan industri pengolahan yang terintegrasi dengan infrastruktur transportasi modern.
Untuk menarik lebih banyak investasi, Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat layanan perizinan berbasis digital, memberikan insentif fiskal, serta menyederhanakan regulasi usaha.
“Investasi bukan sekadar soal modal, tapi juga tentang kepercayaan dan kemitraan jangka panjang,” tegas Wagub.
Selain sektor industri, Lampung juga memprioritaskan pengembangan pariwisata hijau dan ekonomi kreatif. Pemerintah daerah memperluas promosi digital destinasi wisata unggulan seperti Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, serta tradisi budaya Saibatin dan Pepadun.
“Lampung memiliki kekayaan alam dan budaya yang siap dikembangkan sebagai wisata berkelanjutan,” kata Wagub.











