“Dinamo motor listriknya akan ditaruh di hub (tromol), karena memang bobotnya tidak terlalu berat. Sebenarnya ada penempatannya terpisah juga, tapi ini yang itu lebih simpel,” terangnya.
Meski bertenaga listrik, jarak tempuh Honda BeAT listrik ini bisa mencapai 25 kilometer dengan top speed konstan 60 km/jam. Untuk konsep tampilan motor sendiri, Atenx menggarap gaya adventure agar motor listrik ini dapat melintasi berbagai rintangan di jalan.
“Makanya di konsep itu ada beberapa besi-besi teralis dari bagian tengah. Suspensi depan juga pakai upside down biar kelihatan kokoh,” ungkapnya
Konsep tersebut diperkuat dengan body motor yang digarap secara custom oleh Katros Garage. Namun dirinya belum memutuskan akan menggunakan bahan pelat atau fiber.
“Hampir semua kustom ya, sasis tetap ori dan semua bodi kustom. Tapi bodi ini gue belum tahu pakai pelat atau fiber nanti,” kata dia.
Rencananya setelah selesai pada Oktober nanti, Honda BeAT listrik ini akan dijadikan sebagai motor giveaway pada gelaran Indonesia Modification Expo (IMX). (FO/SA)











