Bupati Lampung Timur yang diwakili Assiten II juga berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara kontinu, sehingga masyarakat dapat memperoleh literasi yang lebih baik dan akses keuangan syariah juga dapat diperoleh.
Sementara, Wakil Gubernur Provinsi Lampung, Chusnunia Chalim mengatakan bahwa OJK harus memberikan edukasi secara baik kepada masyarakat, khususnya kepada ibu-ibu yang hadir, mengenai Keuangan Syariah karena ibu-ibu ini adalah manager keuangan di dalam rumah tangganya sendiri.
“Artinya kita secara bersama mendorong inklusi keuangan agar masyarakat lebih memahami, lebih punya pengetahuan banyak, terutama terkait perbankan syariah. Agar masyarakat juga bisa mengetahui dan mengakses apa saja produk perbankan syariah,” papar Chusnunia Chalim.
“Kita juga mengenalkan bahwa produk-produk bank bukan hanya ada di bank konvensional, tapi juga yang di bank syariah. boleh kalau mau konvensional, tapi ini juga ada produk dan layanan sejenis namun berbasis prinsip syariah,” tandasnya.
Dalam Kegiatan Edukasi Inklusi Keuangan Syariah ini dipaparkan materi mengenai Lietrasi dan Inklusi Keuangan oleh Kepala OJK Lampung, dilanjutkan materi mengenai Layanan Digital Perbankan Syariah serta Produk dan Layanan Perbankan Syariah masing-masing dibawakan dari perwakilan Kompartemen BPRS, Mat Amin dan perwakilan Asbisindo, Beny Sangjaya.
Dengan pemaparan materi ini diharapkan, peserta edukasi memahami bahwa produk dan layanan perbankan Syariah sudah semakin lengkap dan modern sama dengan produk dan layanan perbankan konvensional. (Rls/SA)











