Efrianto, warga Natar, menjadi salah satu pengunjung yang memutuskan ikut donor darah setelah melihat aktivitas di stan RSUDAM. Ini adalah donor darah pertamanya.
“Saya spontan saja. Lewat, lalu lihat orang donor darah. Saya pikir kenapa tidak sekalian membantu orang yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia mengaku pelayanan RSUDAM sangat ramah dan membantu. “Pelayanannya baik sekali. Ini sangat membantu masyarakat yang butuh layanan kesehatan,” katanya.
Di sisi lain, Sudarsih (48) dan putrinya, Intan (23), warga Tanjung Senang, Bandar Lampung, merasakan manfaat langsung dari pemeriksaan gratis tersebut.
“Barusan saya cek gula darah sama tensi. Hasilnya tensi saya tinggi, gula normal,” ungkap Sudarsih.
Intan menambahkan bahwa layanan kesehatan seperti ini membuat masyarakat lebih waspada terhadap kondisi tubuh mereka.
“Ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi tahu kalau ternyata punya darah tinggi. Jadi bisa lebih jaga makan dan mencegah sebelum sakit,” ujarnya.
Penyelenggara Sambut Baik Layanan Kesehatan di Festival
Kehadiran RSUDAM di area festival mendapat apresiasi dari penyelenggara. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung, Bobby Irawan, menilai layanan kesehatan semacam ini menjadikan Lampung Fest lebih inklusif dan memberi manfaat nyata.
“Lampung Fest bukan hanya soal hiburan, konser, atau pameran. Ini ruang di mana Pemprov Lampung hadir lengkap bagi warganya, termasuk melalui layanan Kesehatan,” ujar Bobby.
“Kehadiran RSUDAM membuat festival ini terasa lebih hangat dan bermanfaat,” imbuhnya.
Menurut Bobby, kolaborasi lintas sektor seperti ini menunjukkan bahwa Lampung Fest dapat menjadi panggung promosi pariwisata sekaligus ruang pelayanan publik yang humanis. (Rls/SA)











