“Tentu hal ini menjadi poin penting bagi kegiatan pengembangan ekonomi karena memang di Provinsi Lampung sendiri saat ini jalannya banyak yang rusak baik jalan provinsi ataupun jalan nasional,” jelasnya.
Kalau diamati dulunya jalan nasional di berbagai daerah seperti Tulang Bawang, Mesuji dan lainnya jalannya rusak. Kemudian, daerah Bandar Jaya dan Simpang Tegineneng selalu macet.
“Dan berbagai jalan-jalan yang tentunya menghambat mobilisasi barang dan jasa yang masuk dan keluar dari Provinsi Lampung,” terangnya.
Sehingga dengan adanya jalan tol hal-hal tersebut menjadi lebih mudah dan efisien dalam hal bagaimana kegiatan mobilisasi barang dan jasa tersebut dilakukan.
“Tentu dari aspek ekonomi ini berdampak baik bagi kegiatan usaha yang notabenenya baik di dalam maupun luar Lampung yang menuju dari dan ke Lampung,” jelasnya.
Lanjut Erwin mengatakan bahwa jalan tol tersebut tidak hanya berdampak pada kegiatan industri dan ekonomi tapi juga kegiatan pariwisata.
Ternyata setelah dilihat di lapangan banyak juga orang-orang dari luar daerah yang datang ke Lampung untuk sekedar berwisata.
“Yang paling banyak kalau saya lihat itu pelat BG atau asal Palembang. Itu kalau hari-hari libur biasa atau nasional terlihat antrean di sepanjang pintu jalan tol keluar yang menuju pantai,” jelasnya.
“Lalu, kemudian yang menuju tempat-tempat rekreasi lainnya yang memang tidak dimiliki Palembang tapi dimiliki Lampung,” lanjut Erwin.
Sehingga ini menjadi nilai positif juga dan Lampung ini dengan adanya JTTS jaraknya dekat hanya memakan waktu 3-4 jam dari Palembang.
“Artinya mereka berangkat pagi pun sampai di tempat wisata itu masih bisa berkegiatan wisata hingga sore dan tidak terlalu malam juga pulang ke Palembang,” tandasnya. (SA/Eka Ahmad Sholichin)











