Bandar LampungLampung

Tol Trans Sumatera Tingkatkan Perekonomian dan Pariwisata di Bandarlampung

117
×

Tol Trans Sumatera Tingkatkan Perekonomian dan Pariwisata di Bandarlampung

Sebarkan artikel ini

“Itu hanya untuk mereka yang berkunjung untuk menikmati alam dan sebagainya yang ada di Bandarlampung,” jelasnya.

Namun kalau dilihat juga dari hari Senin-Kamis atau Jumat juga masih ada beberapa trip ataupun perjalanan dinas dari Lampung ke Palembang maupun sebaliknya.

“Jadi kalau kita lihat program pak Jokowi terkait infrastruktur ini dari sisi perekonomian sangatlah membantu. Karena kan salah satu kemudahan yang diberikan Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi yang bekerja bersinergi untuk kemajuan perekonomian khususnya di bidang pariwisata,” terangnya.

Baca Juga  Empat Jurnalis Rasakan Kekerasan, AJI-IJTI Lampung Buka Posko Pengaduan

Hal senada diutarakan Adi Wahyu, General Manager (GM) Batiqa Hotel. “Sejak JTTS dibuka, tingkat hunian hotel mengalami kenaikkan di waktu weekend (Jumat-Minggu),” ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan jumlah hunian hotel juga terasa di hari-hari biasa. “Untuk weekdays, ada kenaikan tetapi tidak setinggi weekend,” terangnya.

Baca Juga  Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Tutup Festival dan Jambore Literasi 2022

Menurutnya, dengan dibukanya suatu Infrastruktur pastinya akan memicu penambahan pendapatan atau menaikkan unsur ekonomi itu pasti terjadi.

“Dan berharap dengan adanya kemudahan infrastruktur ini (JTTS) akan menambah minat yang tidak hanya lokal saja tapi juga dari daerah lain,” pungkasnya.

Transportasi Termobilisasi Efektif

Pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) apabila dilihat memiliki tujuan. Salah satunya adalah agar transportasi dapat termobilisasi dengan efektif dan efisien.

Baca Juga  Persoalan Cashflow UMKM di Bandar Lampung Jadi Perhatian MenkopUKM Teten Masduki

Pernyataan tersebut disampaikan Erwin Octavianto, Pengamat Ekonomi Central for Urban and Regional Studies (CURS), saat diwawancara, Senin (29/6/2020).

“Sehingga mobilisasi barang, jasa dan kegiatan usaha lainnya dapat berjalan lebih efesien, efektif dan waktunya lebih singkat,” ungkapnya.

Artinya, jika dilihat dari aspek ekonomi tentunya berdampak positif terhadap arus pergerakan barang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *