Selain itu, kendaraan listrik juga lebih praktis karena tidak perlu menggunakan bahan bakar minyak serta memiliki perawatan yang lebih sederhana dibandingkan kendaraan konvensional.
“Pengoperasiannya lebih praktis dan nyaman digunakan sehari-hari. Tenaga kendaraan juga responsif saat digunakan di berbagai kondisi jalan, sehingga cukup membantu mobilitas pekerjaan di lapangan,” ungkap Edi.
Selain itu, dengan kemampuan daya jelajah mencapai 350 hingga 450 kilometer dalam sekali pengisian, kendaraan listrik dinilai mampu menunjang operasional tanpa frekuensi pengisian energi yang tinggi.
Hal ini berkontribusi pada penghematan waktu sekaligus meningkatkan produktivitas kerja. Dari sisi biaya, peralihan ke kendaraan listrik juga memberikan dampak penghematan yang konsisten.
Penggunaan energi listrik sebagai pengganti bahan bakar membuat pengeluaran operasional harian menjadi lebih terkendali dan efisien dalam jangka panjang.
Ke depan, PLN UID Lampung akan terus mendorong peningkatan efisiensi dan modernisasi layanan operasional melalui penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan operasional yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Rls/SA)











