Pemerintah sebagai pelayan publik harus hadir secara nyata di tengah masyarakat, tidak hanya meningkatkan pelayanan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang berpihak kepada rakyat.
“Kita adalah nahkoda dari kapal besar bernama Provinsi Lampung, yang mengangkut 9 juta penumpang. Tugas kita adalah menjaga keseimbangan kapal dan memastikan arah pelayaran menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menyoroti pentingnya intervensi pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi. Ia mengapresiasi kebijakan nasional oleh Presiden Prabowo yang menaikkan Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah menjadi Rp 6.500/kg, yang berdampak signifikan pada peningkatan pendapatan petani.
“Dulu petani hanya mendapat penghasilan Rp 1,5 juta per bulan, sekarang bisa Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Begitu juga dengan petani jagung. Inilah tugas kita sebagai pemerintah, sebagai nahkoda,” imbuhnya.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, Gubernur juga memberikan penghargaan kepada 22 ASN yang berhasil mengkhatamkan Alquran sebanyak 4, 5, hingga 6 kali selama bulan Ramadan.
Mereka diundang naik ke panggung dan menerima hadiah umrah gratis sebagai bentuk apresiasi atas komitmen spiritual yang luar biasa.
“Semoga ini menjadi contoh bagi kita semua untuk senantiasa memperbaiki bacaan Alquran, memperkuat ibadah, dan meningkatkan kualitas diri,” ujar Gubernur.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Firsada, menyampaikan bahwa kegiatan Halalbihalal ini menjadi momen penting untuk menjalin tali silaturahmi serta memperkuat rasa persaudaraan antar ASN dan antara Pemerintah Provinsi dengan seluruh instansi di Lampung.
Acara Halalbihalal turut diisi tausiyah oleh Al Mukarrom Dr. KH. Annas Hidayatullah, M.A., dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Lampung serta ribuan ASN dari seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. (Rls/SA)











