5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung — Banjir menjadi bencana paling dominan di Kota Bandar Lampung sepanjang tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Edy Susanto selaku sekretaris BPBD Bandar Lampung dalam pada, Minggu (16/11).
“Banjir sudah pasti mendominasi karena curah hujan yang tinggi. Bahkan BMKG menyebut tahun ini sebagai kemarau basah, artinya hujan tetap berpotensi turun meski di musim kemarau,” ujar Edy.
Sejak awal tahun, banjir tercatat melanda wilayah Panjang, disusul Teluk Betung Selatan dan sejumlah titik lainnya. Meski belum ada laporan banjir besar di bulan November, genangan sempat terjadi di Sukabumi akibat saluran tersumbat, menyebabkan dua rumah warga terdampak.
Mitigasi Megathrust dan Tsunami di Lima Kecamatan Pesisir
Selain banjir, BPBD juga menyoroti potensi bencana megathrust dan tsunami. “Kami sudah menandatangani nota kesepahaman lintas sektoral bersama Basarnas terkait isu megathrust. Mitigasi sudah kami mulai sejak tahun lalu,” jelasnya.
Lima kecamatan pesisir yang menjadi fokus mitigasi adalah Panjang, Bumi Waras, Teluk Betung Selatan, Teluk Betung Timur, dan Teluk Betung Barat. Sasaran utama adalah anak-anak usia PAUD hingga SMP.
“Anak-anak usia SMP ke bawah belum tahu apa yang harus dilakukan saat bencana. Karena itu, kami prioritaskan edukasi mitigasi di sekolah-sekolah,” tambahnya.
Kegiatan mitigasi juga telah dilaksanakan di sekolah swasta dan negeri, termasuk Sekolah Tiga Bahasa (Penabur), serta sejumlah kantor swasta, BUMN, dan hotel.
Posko Siaga 24 Jam dan Bencana Rutin
Menjelang akhir tahun, BPBD memastikan posko siaga tetap aktif 1×24 jam melalui Tim Reaksi Cepat. Masyarakat diminta segera menghubungi call center BPBD jika mengalami atau menyaksikan kejadian bencana.
Selain banjir, bencana rutin yang sering terjadi di Bandar Lampung adalah pohon tumbang akibat angin kencang pasca hujan deras, serta beberapa titik longsor yang sempat tercatat.











