close
Nasional

Dukung Program Pemerintah Tangani Covid-19, BSN Tetapkan 28 SNI

×

Dukung Program Pemerintah Tangani Covid-19, BSN Tetapkan 28 SNI

Sebarkan artikel ini

5W1HIndonesia.id, Jakarta –Mewabahnya Covid-19 memberikan efek yang luar biasa terhadap kehidupan manusia di dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Penularannya antar manusia sangat cepat dan berbahaya. Tenaga medis sebagai “garda terdepan” penanganan Covid-19 merupakan orang yang sangat rentan tertular, karena bersentuhan langsung dengan penderita.

Untuk itu, diperlukan alat perlindungan diri (APD) khusus bagi tenaga medis yang merawat pasien dengan gejala Covid-19. Untuk menjamin APD diproduksi sesuai standar keamanan dan kesehatan, BSN mempercepat penyusunan 32 SNI terkait Covid-19 salah satunya SNI APD.

Baca Juga  Pj Gubernur Lampung Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2024

Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal BSN, Wahyu Purbowasito mengatakan, sesuatu yang terkait keamanan dan keselamatan manusia, adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar.

Oleh karenanya, sejak 24 April 2020, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah berupaya mempercepat penyusunan usulan 32 SNI baru terkait penanganan Covid-19.

Baca Juga  MUI Lampung Keluarkan Maklumat Terkait Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Saat Wabah Corona, Ini Penjelasannya

Maka, setelah melalui proses jajak pendapat pada 11 – 31 Mei 2020 yang telah diumumkan melalui website resmi BSN (www.bsn.go.id) dan media sosial BSN, saat ini BSN menetapkan 28 SNI, 14 diantaranya SNI terkait APD.

“28 SNI terkait Covid-19 merupakan adopsi dari standar internasional (ISO) maupun standar regional, dalam hal ini dari eropa (EN),” ujar Wahyu.

Baca Juga  Kapolri Berikan Bintang Bhayangkara Utama kepada Menpan RB dan Menteri ATR/BPN

Proses pengembangan SNI, secara umum mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya kebutuhan penyusunan SNI yang mendesak dan harmonisasi dengan standar internasional.

“Penyusunan standar dalam mendukung penanganan Covid-19 termasuk penyusunan yang mendesak. Oleh karena itu prosesnya pun kami percepat,” jelas Wahyu.

Visited 115 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *