Ia meyakini bahwa soliditas dan jiwa korsa yang dimiliki oleh Korps Brimob Polri akan menjadi kekuatan, sehingga sosok Polri dapat senantiasa menyelesaikan semua tantangan tersebut dengan Presisi.
Jendral Listyo Sigit berpesan agar para anggota Korps Brimob dapat menjadi teratai putih sebagaimana lambang Korps Brimob Polri yang bermakna tekad dan kemampuan mengubah situasi keruh menjadi tenang dan bersih, dapat bertahan dalam berbagaisituasi, serta mampu membawa harum nama institusi Polri.
“Jaga terus kehormatan Korps Brimob Polri, serta pegang teguh Janji Brimob Sejati yaitu Satya Haprabu, Hanyaken Musuh, Gineung Pratidina serta Tan Satrisna. Ingatlah, bahwa Sikap dan tindakan Brimob harus dan hanya berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara,” tandasnya.
Sebagai informasi, cikal bakal Korps Brimob Polri berawal dari terbentuknya Tokubetsu Keisatsutai yang kemudian berubah menjadi Polisi Istimewa dan secara heroik terlibat dalam berbagai pertempuran merebut kemerdekaan.
Selanjutnya, Polisi Istimewa dilebur dan berubah nama menjadi Mobile Brigade (Mobrig) pada 14 November 1946, yang akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Korps Brimob Polri.
Dalam perjalanannya, Mobile Brigade terus menunjukan kesetiaan dan pengorbana untuk menumpas berbagai pemberontakan guna mempertahankan kemerdekaan.
Berkat hal tersebut, pada 14 November 1961 Ir. Soekarno menganugerahkan pataka “Nugraha Sakanti Yana Utama” dan sekaligus mengubah nama Mobrig menjadi Brigade Mobil (Brimob). (Rls/SA)











