LampungLampung UtaraPemerintahan

Membangun dari Desa, Desaku Maju Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lampung

26
×

Membangun dari Desa, Desaku Maju Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lampung

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung meluncurkan Program Desaku Maju yang sekaligus menandai pencapaian 100 hari kerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Pemprov Lampung meluncurkan Program Desaku Maju yang sekaligus menandai pencapaian 100 hari kerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Lampung Utara – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meluncurkan Program Desaku Maju yang sekaligus menandai pencapaian 100 hari kerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela.

Peluncuran program ini dipusatkan di Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Selasa (3/6/2025).

Peluncuran serentak juga dilakukan di beberapa desa lainnya, yaitu Desa Taman Cari (Lampung Timur) yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Desa Tambah Rejo (Pringsewu) dan Desa Suka Damai (Lampung Selatan).

Baca Juga  Gubernur Arinal Serahkan Dokumen LKPJ Kepala Daerah Tahun 2021 kepada Ketua DPRD Lampung

Program Desaku Maju merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meninjau berbagai kegiatan yang telah bergulir di Desa Wonomarto antara lain produksi pupuk organik cair oleh BUMDes dan kelompok tani, hibah alat pengering (dryer) untuk gabah dan jagung, pelatihan vokasi untuk peningkatan keterampilan warga, serta pembangunan dan perbaikan jalan desa guna mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian.

Baca Juga  Akibat Angin Kencang, Nelayan Bandar Lampung Tidak Melaut 3-4 Bulan

Gubernur Mirza menegaskan bahwa komoditas pangan seperti singkong, padi, dan jagung adalah komoditas utama pertanian Lampung.

Saat ini, sekitar 6 juta penduduk menggantungkan hidup pada tiga komoditas tersebut. Oleh karenanya, menurut Gubernur, ketiganya dinilai sangat vital dan harus dilindungi serta terus dikembangkan pembinaannya.

“Maka ketika harga singkong bagus produksinya tinggi, ketika harga jagung bagus produksinya tinggi, ketika harga gabah bagus produksinya tinggi, maka 6 juta masyarakat Lampung akan mengalami kecukupan,” kata Gubernur.

Baca Juga  Hadiri Upacara Melasti, Wagub Jihan Tegaskan Harmoni dalam Keberagaman di Provinsi Lampung

Di Desa Wonomarto sendiri, terdapat potensi pertanian yang besar 1.000 hektare lahan singkong, 600 hektare jagung, dan 200 hektare sawah.

Harga jual jagung basah Rp 3.700 per kilogram dan dapat mencapai Rp 5.500 jika dikeringkan. Hal ini membuka potensi nilai tambah pendapatan Rp 6 miliar setiap kali panen atau sekitar Rp 6 juta per hektare per petani.