Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Pertamina Patra Niaga. Direktur Utama Mars Ega Legowo menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat pasokan energi bagi sektor maritim dan pesisir.
“Kami dari Pertamina Patra Niaga berkomitmen memberikan layanan terbaik—dari darat hingga laut—untuk mendukung aktivitas nelayan dan koperasi yang menjadi tulang punggung ekonomi pesisir,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi atas pembangunan SPBUN yang dinilai membawa harapan nyata bagi masyarakat pesisir.
“Ini momentum yang sangat ditunggu masyarakat nelayan. Semoga groundbreaking ini menjadi inspirasi bagi kabupaten dan kota lain untuk membangun SPBUN melalui koperasi,” kata Jihan.
Ia menegaskan, Provinsi Lampung memiliki garis pantai sepanjang 1.100 kilometer dengan sembilan kabupaten pesisir yang menyimpan potensi besar di sektor perikanan.
“Lampung adalah gerbang maritim Sumatera. Dari perikanan tangkap hingga budidaya udang, potensi kita luar biasa. Tantangannya adalah memastikan potensi itu benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Menurut Wagub Jihan, Lampung masih menghadapi kesenjangan ekonomi, dengan PDRB mencapai Rp 480 triliun, namun pendapatan per kapita baru sekitar Rp 51 juta per tahun.
“Rasio penduduk miskin kita masih 10 persen. Karena itu kami sangat berharap dukungan dari pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi pesisir,” ujarnya.
Wagub Jihan menutup sambutannya dengan ajakan untuk terus berkolaborasi.
“Kami yakin, dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi semua pihak, Desa Nelayan Merah Putih akan menjadi contoh keberhasilan pembangunan ekonomi maritim dari Lampung untuk Indonesia,” tandasnya. (Rls/SA)











