Salah satu pendorong peningkatan inklusi Keuangan adalah peran dari keuangan digital yang tumbuh signifikan. Indonesia tengah berada di garis terdepan transisi ekonomi digital saat ini dimana peranan ekonomi digital semakin signifikan dalam membentuk cara masyarakat mencari pekerjaan, menjual barang dan jasa, serta mencari nafkah.
Di samping membawa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh industri keuangan, transformasi digital memunculkan tantangan yang perlu diwaspadai.
Beberapa tantangan tersebut mencakup perlindungan data pribadi dan risiko kebocoran data, risiko investasi teknologi yang tidak sesuai dengan strategi bisnis, risiko penyalahgunaan teknologi artificial intelligence, risiko serangan siber, risiko alih daya.
Kemudian, perlunya dukungan kesiapan tatanan institusi yang berorientasi digital, inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas, literasi keuangan digital yang masih rendah, infrastruktur teknologi informasi yang belum merata di Indonesia, dan dukungan kerangka regulasi.
Literasi keuangan yang baik tentunya akan menjadi hal yang penting dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan yang berkualitas. Hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama untuk dapat mendorong peningkatan literasi dan inkluasi keuangan khususnya di Provinsi Lampung.
Sinergi antara pemerintah daerah dengan OJK, Bank Indonesia, Kementrian Keuangan, industri jasa keuangan dan stakeholder terkait lainnya menjadi kunci keberhasilan tersebut.
Selama rentan waktu Mei – September 2023, Kantor OJK Provinsi Lampung telah melaksanakan 134 kegiatan (di antara HIM SMA Baitul Jannah, Sosialisasi Masyarakat 3T, konferensi, simolek ke sekolah, peresmian desa inklusi, GI di Kota Metro) sebagai bagian dari realisasi agenda Road to Bulan Inklusi Keuangan dengan jumlah peserta sebanyak 9.265 yang terdiri dari UMKM, Pelajar/Santri, Masyarakat 3T, Difabel, Dosen/Guru, Masyarakat Umum, dll.
Berdasarkan data rekening baru yang dibuka atau diadminsitrasikan oleh jaringan kantor LJK yang beroperasi di wilayah Provinsi Lampung, diketahui selama kegiatan Road to BIK 2023 berlangsung terdapat 194.536 rekening baru dengan nominal sebesar Rp15.015 (dalam miliar).
OJK sangat mengapresiasi atas dukungan dan partisipasi seluruh stakeholder (Pemerintah Kota Bandar Lampung, Pemerintah Kota Metro, Bank Indonesia, perwakilan asosiasi industri jasa keuangan, Bursa Efek Indonesia, Universitas Muhammadiyah Pringsewu) dalam kegiatan DigiFFest OJK 2023 ini.
“Besar harapan kami dan tentunya harapan kita bersama, adanya kegiatan ini selain dapat memberikan edukasi dan literasi keuangan, juga dapat meningkatkan aksebilitas di sektor jasa keuangan, yang pada akhirnya dapat mendorong peningkatan inklusi dan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (SA)











