Pihaknya melihat banyak barang yang masih layak untuk dijualbelikan tapi peletakannya kurang tepat misal seperti kaleng susu ini yang kondisinya menjadi karatan dan penyok.
“Sehingga otomatis yang ada di dalamnya isi kaleng itu tidak layak untuk dijualbelikan lagi. Kan kasian perusahan. Apalagi ini pihak ketiga mohon kiranya jaga keamanan pangan dan jaga kebersihan lingkungan,” pintanya.
“Cek rutin keadaan di sekitarnya karena kalau kita lengah ini yang akan terjadi lagi (tikus berkeliaran di bok pendingin makanan),” sambungnya.
Lanjut Kadek menyatakan bahwa pemerintah kota memohon pihak pengelola agar dapat melindungi masyarakat Lampung umumnya dan Bandarlampung khususnya.
“Jangan sampai memakan makanan yang tidak layak dimakan dan sudah terkontaminasi dengan bahan-bahan tidak layak,” tuturnya.
Oleh karenanya, pihaknya selanjutnya akan memanggil pihak manajemen Chandra dan pihak ketiga perihal masalah ini.











