“Kita juga sudah membuat surat edaran kemudian kolaborasi dengan lintas bidang terkait untuk pencegahannya seperti apa, dan yang turun nanti ke masyarakat di tingkat puskesmas,” jelasnya.
Kalau dinas tupoksinya itu meng-update informasi, kemudian meneruskan informasi dari pusat maupun provinsi. “Lalu kita melakukan evaluasi kinerja juga dari Puskesmas, mudah-mudahan di Kota Metro tidak ada,” paparnya.
Ia menghimbau agar seluruh masyarakat Kota Metro dapat mengantisipasi penularan virus cacar monyet dengan menerapkan PHBS.
“Maka terus kita antisipasi virus ini agar tidak masuk di Kota Metro. Masyarakat harus menghindari ini dengan cara berperilaku hidup sehat dan bersih, itu yang harus dikedepankan,” jelasnya.
Karena penularan virus ini biasanya dari hewan yang pindah ke manusia, sambung dia, maka jika PHBS sudah tepat dan sesuai sehingga daya tahan tubuh meningkat mudah-mudahan untuk jenis virus apapun yang masuk badan tidak akan menimbulkan penyakit.
“Segala sesuatu penyakit yang disebabkan oleh penyakit menular itu dapat dihindari dengan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.
Lanjutnya, ia menerangkan bahwa jika warga mengalami gejala tersebut dapat secepatnya melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat di Metro.
Untuk gejala dan tanda cacar monyet pada manusia itu mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.






